Muara Way Balau, Lokasi Mancing Alternatif di Bandar Lampung

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Memancing ikan sembari menikmati suasana santai menjelang senja di muara Sungai Way Balau di Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, menjadi salah satu alternatif rekreasi bagi warga sekitar.

Suharno, warga Kelurahan Kota Karang, menyebut spot penghobi memancing alternatif ada di muara sungai Way Balau. Muara sungai di Kecamatan Teluk Betung Barat tersebut sekaligus menjadi lokasi menikmati kesejukan hutan mangrove api api.

Suharno bilang, improvisasi bagi penghobi memancing atau anglers bisa memakai teknik pancing dasaran dan joran. Pancing dasaran menjadi teknik memancing sederhana tanpa peralatan yang rumit joran atau handline. Bermodalkan alat penggulung yang dibuat dari kayu, besi dan pemutar, senar bisa digulung.

Ia memakai pancing khusus untuk memancing ikan di muara sungai. Target ikan yang dipancing jenis sembilang, kakap putih hingga kerapu.

“Teknik dasaran dominan dipakai mancing mania. Sebab, teknik itu bisa dilakukan saat memancing di laut dan danau,” terang Suharno, saat ditemui Cendana News, Minggu (20/6/2021) sore.

Ia sendiri mengaku memakai pemberat dari timbal untuk merasakan sensasi gerakan atau tarikan kala umpan disambar. Bersama penghobi memancing lain, ia bisa bersosialisasi serta berbagi trik, spot memancing yang berpotensi mendapat banyak ikan.

Suharno, salah satu penghobi memancing asal Kota Karang memakai teknik dasaran tanpa joran memancing di muara sungai Way Balau, Kelurahan Kota Karang, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, Minggu (20/6/2021). -Foto: Henk Widi

“Spot muara sungai Way Balau cukup mendukung karena lokasi dekat dengan jalan utama RE Martadinata, penghubung antara Bandar Lampung menuju kabupaten Pesawaran, berada di dekat rerimbunan vegetasi mangrove dan pohon ketapang mendukung kegiatan memancing sejak siang hingga sore,” terang Suharno.

Bermodalkan senar, umpan dari daging keong, cumi-cumi dan udang, ia tetap memakai pelampung. Saat pelampung tenggelam dan pemberat terseret oleh tarikan ikan, ia bisa merasakan sensasi strike. Suharno juga kerap menggunakan teknik ngoncer dengan umpan ikan kembung kecil. Umpan berupa ikan selar kecil juga bisa digunakan untuk mendapatkan ikan sembilang dan kakap putih ukuran besar.

Suharno menyebut, mengisi waktu luang dengan memancing sebagai kegiatan rekreatif. Mengajak serta sang anak, kegiatan rekreasi juga dilakukan untuk melihat keindahan saat matahari terbenam (sunset). Kesejukan rerimbunan mangrove api api (Avicennia) menjadi tempat melepaskan penat. Ia menyebut, rekreasi memancing kerap menghasilkan minimal satu kilogram ikan muara.

“Saat tidak mendapatkan ikan hasil tangkapan, bisa membeli dari gudang lelang untuk dibawa pulang,” ulasnya.

Penghobi memancing lainnya, Zakaria, dan sejumlah penghobi lain di antaranya Ismanto, memakai teknik casting. Teknik penghobi memancing casting dilakukan dengan joran, reel, senar hingga umpan buatan (lure).

Joran yang digunakan berbahan fiber dengan kekuatan lentur bisa menahan beban hingga 20 kilogram. Teknik casting dilakukan olehnya untuk bisa melemparkan pancing dengan umpan hingga sejauh 20 meter.

“Saya memakai teknik lemparan, namun menyesuaikan kondisi muara sungai Way Balau hanya bisa sampai 20 meter,” ulasnya.

Menurutnya, teknik casting kerap menghasilkan ikan jenis sembilang ukuran besar. Ikan sembilang yang menyerupai lele banyak memanfaatkan muara berlumpur. Lokasi muara berlumpur yang menjadi tempat untuk vegetasi mangrove, sekaligus tempat rekreasi menarik. Bersama teman penghobi memancing, ia bisa menghabiskan senja.

Zakaria mengatakan, lokasi muara sungai dengan konstruksi cor beton memudahkannya untuk duduk sembari menikmati senja. Muara sungai Way Balau yang berada dekat dengan pulau Pasaran memudahkannya melihat pemandangan menarik.

Pemandangan unik itu bisa diabadikan dengan kamera smartphone. Keindahan sungai Way Balau juga cukup unik dengan terlihatnya sejumlah bangunan bersejarah, di antaranya vihara Bodhisattva di tepi sungai Way Balau.

Lihat juga...