Nasaruddin Umar: Hari Ini Ribuan Orang Mendoakan Presiden Soeharto

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. H. Nasaruddin Umar mengatakan, Presiden Kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto telah membangun 999 masjid di seluruh Indonesia.

Menurutnya, Allah SWT juga berfirman, “Barang siapa membangun satu masjid di dunia, maka akan dibangunkan istana di dalamnya, surga.”

“Pak Harto membangun 999 masjid, subhannallah. Ini luar biasa, dan Allah SWT menjanjikan balasan surga,” ujar Nasaruddin, dalam tausiah di acara Syukuran 100 Tahun Presiden Soeharto di Masjid Agung At Tin, Jakarta Timur, Selasa (8/6/2021).

Menurutnya, karena rasa rindu pada Pak Harto, ratusan orang di Indonesia mendoakan almarhum Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto. Padahal menurut Nasaruddin, tidak mudah untuk bisa didoakan ribuan orang.

Namun panjatan doa masyarakat Indonesia itu terjadi dalam Syukuran 100 Tahun Pak Harto yang berpusat di Masjid Agung At Tin.

“Tidak gampang didoakan ribuan orang, tapi hari ini terjadi, semua masyarakat Indonesia mendoakan almarhum Pak Harto dan almarhumah Ibu Tien Soeharto. Doa yang kita panjatkan ini akan menjadi bingkisan yang membuat Beliau tersenyum di surga,” ungkapnya.

Nasaruddin juga berpesan, agar setiap diri kita mewariskan tradisi untuk mendoakan orang-orang yang dihormati dan dicintai.

“Wariskan kepada anak cucu kita untuk mendoakan eyang dan orang tua. Itu kelak akan sangat bermanfaat bagi kita,” tukasnya.

Dalam tausiahnya, Nasaruddin menyinggung, soal kematian dan kehidupan karena Allah menciptakan manusia dengan cinta.

Sehingga menurutnya, sebesar apa pun kesalahan umat akan diampuni jika tobat dan memohon ampunan kepada-Nya.

Bahkan kata dia, kematian itu akan mempercepat proses penyampaian doa-doa kita kepada keluarga yang sudah meninggal dunia.

“Kematian tidak boleh jadi penghalang untuk bersilaturahim, untuk berbuat baik kepada orang yang dicintai, semua anak cucu Adam, jangan sampai terputus,” ujarnya.

Karena sangatlah jelas, kata dia, bahwa sesungguhnya Allah SWT dan para malaikatnya, akan terus mendoakan dan bersalawat kepada Nabi Muhammad SWT.

“Sudah 14 abad kita masih tetap dianjurkan untuk bersalawat pada Nabi Muhammad SAW,” tandasnya.

Kembali dia menegaskan, bahwa kematian itu ada dua macam. Yakni, kematian berpisahnya nyawa dengan tubuh yang disebut almarhum atau almarhumah, yaitu kembalinya roh kepada Tuhan yang disebut innalillah.

Sedangkan kematian kedua, yakni kembalinya roh kepada Allah SWT yang tidak berarti kembali secara biologis.

Maka dari itu, Nasaruddin mengingatkan mayat itu akan disiksa oleh ratapan orang yang masih hidup.

“Boleh menangisi mayat seperti nabi menangisi anak-anaknya, tapi tidak meronta dan meratap,” ujarnya.

Anak-anak yang saleh menurutnya, akan senantiasa mendoakan orang tuanya. Demikian pula dengan putra putri Pak Harto selalu bermunajat mendoakan kedua orang tua tercinta.

“Roh tidak bisa mati, cuma kita tidak bisa melihatnya. Roh bisa menyaksikan doa kita. Marilah kita mendoakan dan Insyaallah banyak orang mendoakan mendiang almarhum Pak Harto dan almarhumah Ibu Tien Soeharto, maka amalan keduanya diterima Allah SWT, dan ditempatkan di surga terbaik. Amin,” tutup Nasaruddin.

Lihat juga...