Obyek Wisata di Kota Semarang Tetap Dibuka Meski Covid-19 Meningkat di Jateng

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Angka covid-19 di Jateng mulai menunjukkan peningkatan, berdasarkan data corona.jatengprov.go.id. Per Minggu (6/6/2021) pukul 12.00 WIB, terdapat sebanyak 10.297 kasus yang dirawat di rumah sakit atau isolasi. Termasuk peningkatan kasus di kabupaten di sekitar Kota Semarang, seperti di Kudus hingga Demak.

epala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari, saat dihubungi di Semarang, Minggu (6/6/2021). Foto Arixc Ardana

Meski demikian, Pemkot Semarang, sampai saat ini tetap memperbolehkan kunjungan wisatawan ke berbagai obyek wisata yang ada di ibukota provinsi Jateng tersebut.

“Sejauh ini, kita belum ada rencana untuk menutup obyek wisata yang ada di wilayah Kota Semarang. Meski beberapa kabupaten di sekitar menunjukkan ada kenaikan angka covid-19,” papar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari, saat dihubungi di Semarang, Minggu (6/6/2021).

Dipaparkan, keputusan tersebut diambil karena seluruh obyek wisata di Kota Semarang, yang sudah mendapat izin resmi, telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Jadi sebelumnya, pada awal-awal pandemi kita sudah lakukan penutupan seluruh obyek wisata, kemudian seiring waktu dengan kesiapan para pengelola dalam menerapkan protokol kesehatan, dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19, izin operasional kita berikan kembali. Izin ini didapatkan, setelah kita cek kesiapan mereka dalam penerapan prokes tersebut,” tandasnya.

Termasuk adanya sertifikasi CHSE (Cleanliness Health Sustainability Environmentally) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), dalam upaya memberikan kepercayaan bagi wisatawan atau pengunjung, terkait penerapan prokes dalam pencegahan covid-19.

Di lain sisi, di tengah peningkatan angka covid-19, pihaknya juga terus mengingatkan kepada para pengelola obyek wisata di Kota Semarang untuk disiplin dalam prokes, termasuk pengawasan pengunjung agar tetap memakai masker, menjaga jarak, kewajiban cuci tangan dengan sabun, pengecekan suhu tubuh, hingga pembatasan kapasitas daya tampung wisata.

“Kita berharap upaya ini bisa menjadi tindakan preventif atau pencegahan dalam penyebaran covid-19, di satu sisi, kegiatan wisata tetap bisa berjalan sehingga sektor ini juga tetap bisa bertahan selama pandemi,” tandasnya.

Terpisah, hal senada juga disampaikan Syaiful, pengelola obyek wisata Nirwana Stable di Kota Semarang. “Nirwana Stables tetap beroperasi seperti biasanya, meski demikian kita tetap mengedepankan penerapan prokes bagi para pengunjung. Seperti kewajiban memakai masker, menjaga jarak hingga pengecekan suhu badan,” terangnya.

Upaya lain yang dilakukan, dengan penyemprotan desinfektan secara rutin ke seluruh area wisata. Hal tersebut juga menjadi upaya dalam pencegahan penyebaran covid-19.

“Kita sebagai pengelola obyek wisata, tentu berharap angka covid-19 ini bisa terus ditekan, syukur bisa terus menurun. Di lain sisi, kita juga ingin jangan sampai ada penutupan obyek wisata lagi. Untuk itu, kita juga bersama-sama, membantu pemerintah, dengan disiplin penerapan prokes tersebut,” tandasnya.

Lihat juga...