Organisasi UMKM Bantu Pelaku Usaha di Sikka

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Bergabung di organisasi Usaha Mikro, Kecil dan Manengah (UMKM) yang ada termasuk di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat membantu pelaku usaha untuk mengembangkan usaha yang sedang dilakoni.

Pemilik kopi dan kedai kopi Mokblek, Elisia Digma Dari saat ditemui di kedai kopinya di Bolawolon, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (1/6/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Saya merasa bergabung dengan organisasi UMKM yang ada bisa membantu saya mengembangkan usaha saya yang belum lama berjalan,” kata pemilik kopi dan kedai kopi Mokblek, Elisia Digma Dari saat ditemui di kedai kopinya di Bolawolon, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (1/6/2021).

Elis sapaannya menyebutkan, semenjak ada organisasi UMKM yang terbentuk di Kabupaten Sikka tahun 2020 lalu, membuatnya bersemangat untuk bergabung karena ada hal positif yang bisa didapat.

Diakuinya, dirinya bergabung di organisasi UMKM sebab termotivasi melihat rekan-rekan wirausaha yang ulet berusaha dan memiliki semangat yang tinggi.

“Anggota yang sejak lama terjun berwirausaha sangat ulet dalam mengembangkan bisnisnya. Mereka juga merupakan orang-orang yang juga memiliki jiwa sosial,” ucapnya.

Elis mempunyai usaha skala kecil sehingga dia membutuhkan teman-teman wirausaha sejenis untuk mendukungnya agar bisa berkembang dalam usaha.

Dikatakannya, sebelum pandemi Covid-19 kedai kopinya ramai disambangi pembeli karena sebagai tempat nonkrong, berbagi informasi dan edukasi.

Saat pandemi Corona melanda sebutnya, usahanya pun sepi dan setelah bergabung di organisasi UMKM dirinya mendapat banyak masukan, usul dan saran serta kiat dalam berusaha.

“Bergabung di organisasi UMKM membuat saya bisa bangkit kembali setelah pandemi Corona membuat usaha saya sempat vakum,” ucapnya.

Selain pandemi Corona, serangan virus Demam Babi Afrika (ASF) membuat usaha ternak babinya mengalami kehancuran. Sebanyak 15 ekor babi miliknya mati dan sempat membuat dirinya stres dan malas ke luar rumah.

Ia merugi sekitar Rp50 juta hasil keuntungan yang harusnya diperoleh habis dalam sekejab termasuk modal usahanya.

“Saya mulai dengan modal awal Rp7 juta hingga terus berkembang tapi semuanya hancur dalam sekejap. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga juga,” usapnya sedih.

Elis katakan, akibat pandemi Corona membuat pendapatan dari sektor pariwisata tidak ada sama sekali, usaha ternak juga rugi total tetapi ia tetap bangkit berusaha dari awal lagi.

Ia mengaku bersyukur sebab keluarganya mendukung sehingga modal usaha didapat secara swadaya dari anggota keluarga yang membuatnya belum meminjam dana dari lembaga keuangan.

“Saya di wirausaha memang sempat merasa berat dalam memasarkan produk sebab banyak bermunculan kafe atau kedai kopi.Konsep kedai kopi saya berbeda dan sama dengan berjudi tapi saya optimis tetap bisa sukses apalagi ada bantuan teman-teman pelaku usaha di organisasi UMKM,” ungkapnya.

Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Manengah Kabupaten Sikka (Akusikka) Sherly Irawati mengatakan, organisasinya merupakan wadah pelaku usaha untuk berbagi dan mengembangkan usaha.

Sherly sebutkan organisasinya selalu menyelenggarakan pelatihan bagi anggota agar bisa mengembangkan usahanya baik dari segi kemasan produk hingga kualitasnya.

“Kami juga membantu pelaku UMKM untuk mengurus izin usaha,kemudahan dalam mengakses modal lewat lembaga keuangan serta memasarkan produk anggota,” ungkapnya.

Sherly mengaku menggandeng berbagai lembaga dan organisasi agar bisa membantu pelaku usaha serta memfasilitasi anggota memamerkan produk mereka di berbagai event dan daerah.

Selain itu tambahnya, ada pertemuan rutin bulanan yang dilaksanakan secara bergilir di tempat usaha setiap anggota yang dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi, berbagi informasi dan mempomosikan produk anggota.

“Kita ingin agar pelaku UMKM di Kabupaten Sikka bisa naik kelas. Produk yang dihasilkan bisa dikenal dan disukai pembeli,” ucapnya.

Di Kabupaten Sikka sendiri terdapat 2 organisasi yang mewadahi pelaku usaha yakni Asosiasi Pelaku Usaha Mikro,Kecil dan Manengah Kabupaten Sikka (Akusikka) dan Asosiasi Pelaku Usaha Unitas (Akunitas).

Lihat juga...