Panen Setiap Pekan, Petani di Cikancung Tanam Labu Siam

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANDUNG – Labu siam merupakan salah satu jenis sayuran yang paling banyak ditanam oleh petani di Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Mereka menilai, labu siam mudah ditanam dan sangat menguntungkan, karena bisa dipanen setiap pekan atau seminggu sekali.

“Orang di sini mah bilangnya, kalau mau uang cepat, ya tanam labu siam. Seminggu sekali bisa dipanen, harganya juga lumayan. Maka yang tanam pun banyak,” ujar Uyan, petani setempat, saat ditemui di kebun miliknya, di Desa Mekarlaksana, Cikancung, Kabupaten Bandung, Senin (7/6/2021).

Uyan, petani asal Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memperlihatkan tanaman labu siam yang ditanamnya kepada Cendana News, Senin (7/6/2021) di Desa Mekarlaksana, Cikancung. Foto: Amar Faizal Haidar

Di samping mudah dan menguntungkan, labu siam juga dianggap sangat cocok ditanam di dataran tinggi, seperti tempat mereka bercocok tanam.

“Karena kalau di tempat tinggi itu kan suhu udaranya lebih sejuk dan lembab. Labu cocoknya ditanam di tempat yang sejuk seperti itu. Kesuburan tanah juga, di tempat tinggi biasanya tanah lebih subur,” kata Uyan.

Lebih lanjut, Uyan menjelaskan, saat pertama kali ditanam, labu siam baru bisa dipanen setelah berumur 3 bulan, kemudian panen berikutnya baru bisa dilakukan satu minggu sekali.

“Cara biar tanaman labunya makin banyak ya pakai labu yang sudah tua. Biasanya ada saja labu tua yang jatuh ke tanah, itu dibiarkan saja, nanti dia akan jadi bibit dan tumbuh. Terus saja begitu. Pengalaman saya, satu pohon itu bisa sampai 500 buah dalam sebulan,” tukas Uyan.

Di tempat yang sama, Dadang, yang juga seorang petani labu siam menyebut, untuk meminimalisir risiko labu menjadi busuk, sebaiknya menggunakan para-para atau semacam tiang dari bambu, agar labu tidak menyentuh tanah.

“Tanaman labu itu menjalar seperti ubi. Maka perlu dibuatkan para-para paling tidak 40 sampai 50 cm, agar labu itu tumbuh di atas tidak menyentuh tanah, karena kalau kena tanah dia sangat berisiko busuk,” ungkapnya.

Dadang juga mengatakan, agar sebaiknya daun yang sudah tua pada tanaman labu siam dipisahkan untuk menjaga kualitas tumbuhan. Selain itu, saat daun dianggap sudah terlalu lebat, juga akan lebih baik bila dikurangi.

“Saya juga sarankan lebih baik pakai pupuk kompos organik kalau mau tanam sayuran. Ini untuk semua jenis tanaman sayuran, bukan hanya labu. Karena pupuk kompos organik itu sudah saya buktikan khasiatnya bagus, dan yang penting juga harganya murah,” pungkas Dadang.

Lihat juga...