Pantai Asam Satu Weri Sepi Pengunjung

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LARANTUKA — Pantai Asam Satu di Kelurahan Weri, Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu pantai wisata yang mulai dikembangkan sejak 2017 lalu, namun pandemi Corona menyebabkan kunjungan wisatawan lokal sepi.

Sekertaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Flores Timur, NTT, Rin Riberu saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Lokea, Kota Larantuka, Minggu (13/6/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Kunjungan wisatawan ke Pantai Asam Satu memang sepi sejak adanya pandemi Corona pada 2020 lalu, ” kata Rin Riberu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Flores Timur, NTT saat ditanyai, Minggu (13/6/2021).

Rin mengatakan, paling banyak kunjungan wisatawan terjadi saat masa Pekan Suci menjelang Paskah, karena banyak wisatawan dari luar Kota Larantuka yang datang mengikuti ritual keagamaan Semana Santa.

Dampak pandemi Corona sebutnya, mengakibatkan dibatalkannya pelaksanaan prosesi Jumat Agung dan ritual selama Pekan Suci selama 2 tahun, sejak 2020 lalu.

“Dampak pembatalan ritual keagamaan Semana Santa membuat wisatawan dari luar Flores Timur tidak bisa datang. Kondisi ini mengakibatkan kunjungan ke tempat wisata termasuk ke Pantai Asam Satu menurun drastis,” ungkapnya

Rin menambahkan, pihaknya memanfaatkan sepinya kunjungan wisatawan dari luar daerah dengan melakukan penataan lokasi wisata ini dengan membenahi beberapa fasilitas yang ada

Sementara itu, Andri Rivelino salah seorang staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Flores Timur yang ditemui di lokasi pantai wisata Asam Satu Beach juga mengakui sepinya kunjungan wisatawan, termasuk pengunjung lokal.

Andri menyebutkan, dalam sehari maksimal yang datang berjumlah 50 orang, dan jarang sekali ada yang datang dalam rombongan besar berjumlah belasan bahkan puluhan orang.

“Paling banyak yang datang hanya satu dua warga di Kota Larantuka yang sekedar ingin bersantai saja. Rombongan pun hanya satu dua saja dengan jumlah yang terbatas karena biasanya anggotanya dalam satu keluarga saja,” ungkapnya.

Andri menjelaskan, sedang dilakukan pembenahan pengelola yang diambil dari anak-anak muda karang taruna di Kelurahan Weri yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang sedang diberikan pelatihan untuk mengelola tempat wisata ini.

Ia sebutkan, kunjungan wisatawan hanya ramai saat akhir pekan dan hari libur saja sementara hari biasa hanya satu dua orang yang datang hanya sekedar bersantai dan menikmati makanan dan minuman yang dijual di kafe yang ada di lokasi pantai wisata ini.

“Fasilitas yang sudah tersedia disini yakni gazebo, tempat bilas dan toilet, kantin dan panggung acara. Sedang direncanakan membangun loket di belakang pagar pintu masuk ke lokasi ini,” paparnya.

Andri mengatakan, setiap pengunjung dewasa yang masuk ke lokasi wisata ini dipungut retribusi Rp3 ribu, sementara anak-anak dikenakan biaya Rp2 ribu per orang.

“Selama pandemi Corona memang kunjungan wisatawan menurun drastis. Kami sedang menata dan membersihkan tempat wisata ini sebab setelah badai Seroja beberapa fasilitas mengalami kerusakan,” ungkapnya.

Lihat juga...