Pasar Lakukan Konsolidasi, Rupiah Berpotensi Melemah di Awal Pekan

Pekerja menunjukkan uang Rupiah dan Dollar Amerika Serikat di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta, Kamis (28/3/2019) - foto Dok Ant
JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah, yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, pada awal pekan ini berpotensi melemah. Hal itu diprediksikan terjadi, seiring konsolidasi pasar menjelang pertemuan bank sentral AS The Federal Reserve (Fed).

Pada Senin (14/6/2021), pukul 9.46 WIB, rupiah terkoreksi 29 poin atau 0,2 persen ke posisi Rp14.218 per dolar AS. Posisi pada penutupan perdagangan sebelumya, di Rp14.189 per dolar AS. “Pasar perlu mewaspadai pelemahan nilai tukar rupiah hari ini terhadap dolar AS karena dolar AS terlihat rebound terhadap major currency seperti Euro, GBP, AUD, JPY, dan mata uang regional seperti SGD, Peso, Baht, Won, pagi ini.,” kata pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, Senin (14/6/2021).

Menurut Ariston, pasar kelihatannya melakukan konsolidasi, menjelang pengumuman kebijakan moneter terbaru The Fed, yang dijadwalkan akan diumumkan, Kamis (17/6/2021) dini hari. Diperkirakan, hasil rapat The Fed, kemungkinan besar akan tetap sama dengan rapat sebelumnya, yaitu mempertahankan kebijakan yang sama seperti pembelian obligasi 120 miliar dolar AS per bulan dan suku bunga acuan di dekat nol persen.

Kendati demikian, para pelaku pasar mewaspadai, apabila The Fed akan membuka diskusi soal kemungkinan perubahan kebijakan ke arah yang lebih ketat, karena kenaikan inflasi yang sudah melebihi target dua persen selama beberapa bulan. “Diskusi tersebut bisa menjadi indikasi The Fed bersiap mengubah kebijakannya dan ini bisa mendorong penguatan dollar AS ke depan,” ujar Ariston.

Dari dalam negeri, naiknya angka positif COVID-19, mungkin bisa menjadi pemicu terjadinya pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Pada Minggu (13/6/2021) lalu, tercatat penambahan kasus baru lebih dari 9.000 kasus, tertinggi sejak awal tahun. “Bila angka ini berlanjut, mungkin ada pembatasan yang lebih ketat yang bisa mengganggu perekonomian,” kata Ariston.

Ariston mengatakan, rupiah Senin (14/6/2021) berpotensi melemah ke kisaran Rp14.420 per dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp14.170 per dolar AS. Pada Jumat (11/6/2021) lalu, rupiah ditutup menguat 58 poin atau 0,41 persen ke posisi Rp14.189 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.248 per dolar AS. (Ant)

Lihat juga...