Pasien Covid Meningkat 71 Persen, Banyumas Persiapkan RS Darurat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Bupati Banyumas, Achmad Husein di Purwokerto, Senin (8/3/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURWOKERTO — Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas terus mengalami peningkatan. Bahkan dalam sepekan terakhir peningkatannya mencapai 71 persen, sehingga Banyumas mulai mempersiapkan untuk membuka rumah sakit (RS) darurat.

“Kita sudah berkonsultasi ke Gubernur dan akan dibuka RS darurat, mengingat jumlah pasien Covid-19 terus mengalami peningkatan,” kata Bupai Banyumas, Achmad Husein, Selasa (22/6/2021).

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, saat ini kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) di Banyumas sudah mencapai 71 persen. Sebagian berasal dari warga Banyumas dan sebagian dari luar Banyumas. Namun, kedatangan pasien Covid-19 dari luar daerah tetap harus diterima, sehingga dibutuhkan RS darurat supaya tidak sampai kehabisan tempat perawatan.

Hotel Rosenda sendiri sebelumnya sudah dijadikan tempat karantina bagi pasien Covid-19. Hotel tersebut memiliki kapasitas 331 tempat tidur dan berlokasi di kawasan Baturaden.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, pelaku perjalanan dari luar Banyumas, terutama dari daerah Kudus, Pati dan Jepara yang sudah masuk kategori zona merah di Jawa Tengah, memerlukan perhatian tersendiri. Terutama dalam hal virus varian baru.

Hanya saja, lanjutnya, saat ini ada kecenderungan masyarakat yang habis bepergian ke daerah zona merah tersebut tidak terbuka menyampaikan kepada petugas. Padahal hal tersebut sangat penting sebagai langkah antisipasi pencegahan.

“Ada kecenderungan masyarakat berusaha menutupi jika ia baru bepergian ke daerah yang masuk zona merah. Padahal informasi tersebut sangat penting sebagai upaya pencegahan,” tuturnya.

Sadiyanto menjelaskan, sampai saat ini memang belum ditemukan adanya varian Covid-19 baru di Kabupaten Banyumas. Dari beberapa warga yang habis bepergian ke luar daerah dan kemudian dinyatakan positif Covid-19, sudah dilakukan pemeriksaan dan hasilnya sampai dengan hari ini belum ada varian baru. Namun langkah antisipasi harus tetap dilakukan, sehingga diharapkan warga lebih terbuka memberikan informasi yang benar dan valid kepada petugas.

“Belum ditemukan adanya varian baru di Banyumas, namun mobilitas warga yang keluar Banyumas dan menuju daerah zona merah yang harus lebih diwaspadai,” katanya.

Virus Covid-19 varian baru yang sudah muncul di beberapa daerah antara lain varian dari Inggris (B117), varian dari Brasil (P1), varian dari Afrika Selatan (B1351) dan varian dari India (B1617). Untuk mencegah penyebaran Covid-19 baik varian baru ataupun lama, Kadinkes menekankan agar tetap menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Lihat juga...