Paulina, Raup Jutaan Rupiah dari Bisnis Kuliner di Kota Larantuka  

Editor: Maha Deva

LARANTUKA – Bisnis kuliner, yang dilakukan sejak 2019 di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT), bisa membuat Paulina Johana, meraih pendapatan jutaan rupiah perbulan. Bahkan, pendapatan hingga jutaan rupiah, bisa diperoleh setiap hari.

“Saya mulai menjual aneka kuliner seperti masakan, minuman dan kue sejak 2019,” kata Paulina Johana, salah satu  wirausahawari Kelurahan Larantuka, Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (15/6/2021).

Paulina, mulai memberanikan diri menjual masakan dan kue-kue sesuai pesanan di media sosial  sejak Mei 2019.  Sejak mulai menjual kuliner secara online dan banyak pesanan datang, membuat masyarakat lainnya terutama generasi muda di Larantuka, mulai terjun di bisnis kuliner dan memasarkannya di media sosial.

Warga Kelurahan Larantuka, Kota Larantuka Kabupaten Flores Timur, NTT,  Paulina Johana, saat ditemui di rumahnya,  Selasa (15/6/2021).Foto : Ebed de Rosary

“Setelah saya memasarkannya secara online di media sosial, saat ini sudah banyak orang menjual aneka masakan.Bahkan di Taman Kota di Kota Larantuka, sudah banyak anak muda yang menjual aneka kuliner,” ucapnya.

Paulina, saat hari raya seperti Natal atau Paskah, bisa meraup pendapatan hingga jutaan rupiah sehari, dengan membuat aneka kue pesanan. Pembeli yang menjadi pelanggannya saat ini sudah dalam jumlah banyak. Selain itu, pesanan juga banyak datang saat ada pesta pernikahan atau ulang tahun.  “Kalau hari raya seperti Natal di 2020 lalu, selama dua hari saya dapat uang Rp5 juta. Sebelum pandemi COVID-19, sehari saya untung bersih sekitar Rp400 ribu, tapi sekarang minimal Rp200 ribu sehari dapat,” jelasnya.

Penurunan pendapatan dialami Paulina, karena sudah banyak warga yang juga menjual kuliner secara online di Kota Larantuka. Dan penjualan juga agak menurun, akibat pendapatan masyarakat menurun, terpengaruh pandemi.

Aneka kue buatan Paulina, dijajakan dengan harga yang lumayan terjangkau. Sate ayam dan sate ikan, dijual per-tusuk Rp3 ribu dan per porsi Rp15 ribu. “Saya biasa menjual sate, soto, gado-gado dan aneka masakan lainnya berbahan ikan, sesuai pesanan. Saya juga membuat aneka kue sesuai pesanan pembeli,” ungkapnya.

Lusiana da Gomez, salah seorang penjual kuliner di Kota Larantuka menyebut, dirinya tertarik membuat aneka kuliner untuk dijual, karena memiliki latarbelakang pendidikan  kuliner. Nona Gomez sapaannya mengatakan, peluang usaha  kuliner di Kota Larantuka masih terbuka lebar, namun belum banyak anak muda yang terjun jadi wirausaha di bidang kuliner. “Banyak anak-anak muda yang setelah tamat kuliah memilih untuk bekerja di kantor pemerintahan ketimbang menjadi seorang wirausahawan,” ungkapnya.

Lihat juga...