Pedagang Buah di Bandar Lampung Banjir Pasokan

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Banjir pasokan buah segar dominan mangga mulai terjadi di Bandar Lampung. Peluang banyaknya pasokan buah mangga asal Indramayu atau mangga Dermayu dimanfaatkan Udin, pedagang buah di Jalan Pangeran Antasari, Tanjungkarang, Bandar Lampung.

Ia menyebut menggunakan kendaraan roda tiga untuk menjual buah mangga dermayu, alpukat, mangga kuweni.

Peluang usaha berjualan mangga sebut Udin dibaca olehnya dengan melakukan penjualan pada jalan strategis. Memanfaatkan kendaraan roda tiga, ia menyebut tidak harus memiliki lapak. Ia bahkan cukup mengandalkan sejumlah keranjang buah, plastik dan alat timbangan. Buah dijual mulai harga Rp15.000 per kilogram untuk mangga dermayu, Rp8.000 untuk alpukat dan Rp5.000 untuk mangga kuweni.

Peluang berjualan mangga dan buah saat banjir pasokan bukan tanpa tantangan. Risiko busuk kerap dialami terutama saat penanganan tidak tepat. Kondisi panas, lembab sebutnya jadi pemicu buah cepat busuk. Ia memilih melakukan penyimpanan dengan keranjang buah yang memiliki banyak ruang. Cara tersebut menjaga buah cepat membusuk imbas tekanan, berhimpitan saat penjualan.

“Saya rutin melakukan penyortiran antara buah yang mengkal, setengah matang dan matang sempurna dalam keranjang berbeda sehingga tingkat kematangan yang telah dipisahkan tidak akan menyebabkan pembusukan serta buah matang lebih cepat laku,” terang Udin saat ditemui Cendana News, Selasa sore (8/6/2021).

Penyimpanan pada wadah yang kering sebutnya menjadi solusi agar buah tidak cepat membusuk. Lima tahun memiliki usaha jual beli buah, ia menghindari buah terkena tempat basah berimbas pembusukan lebih cepat. Buah yang belum terjual sebagian akan disimpan dalam wadah tertutup dengan lapisan kertas. Tujuannya agar kadar air bisa terserap oleh kertas tersebut.

Usaha menjual buah sebutnya dilakukan bersama sang istri. Agar jangkauan penjualan lebih luas, ia membagi dua lokasi penjualan. Satu lokasi berada di Pahoman dan satu lokasi di Jalan Pangeran Antasari, Tanjungkarang. Berbagai jenis buah segar sebutnya sedang banjir pasokan dari wilayah Jawa Barat. Persaingan ketat antar pedagang membuatnya kerap memberi diskon harga.

“Mematok harga yang pas kerap berimbas tidak laku, lebih baik memberi diskon karena buah berisiko cepat busuk,” cetusnya.

Arman, pedagang buah nanas di Pasar Bambu Kuning, Tanjung Karang menyebut risiko busuk bisa dihindari. Namun ia memastikan potensi tersebut tetap ada. Ia kerap melayani pembeli yang langsung meminta buah dikupas untuk mengetahui kualitas buah. Selain mengupas untuk membersihkan kulit, ia juga menghilangkan bagian mata. Buah tersebut kerap dijadikan buah segar dan jus minuman segar.

“Harus dipisahkan nanas yang mendekati matang sempurna, setengah matang agar lebih cepat terjual,” ulasnya.

Satu buah nanas sebut Arman dijual Rp7.500. Jenis nanas madu tersebut berasal dari wilayah Way Kanan dan Sumatera Selatan. Dibanding menjual buah lain, berjualan buah nanas sebutnya minim resiko busuk. Ia menyediakan sebanyak 6 kuintal atau 600 kilogram nanas per hari. Pelanggan dominan pedagang buah untuk rujak potong, rujak serut dan rujak bebek.

Istiani, pedagang yang memanfaatkan peluang menjual melon, semangka mengaku memiliki potensi busuk lebih cepat. Solusinya ia akan meletakkan buah yang lebih berat pada bagian bawah, ukuran lebih ringan pada bagian atas. Tingkat kematangan buah terlihat pada lingkaran warna juga menjadi penentu penyusunan buah. Buah yang lebih matang akan dijual terlebih dahulu agar kerugian imbas busuk bisa ditekan.

Peluang menjual buah segar imbas melimpahnya pasokan diakui Istiani cukup besar. Imbasnya banyak pedagang sejenis yang mencoba peruntungan pada usaha tersebut. Agar tidak alami kerugian besar minimal modal kembali, ia kerap memberi diskon. Per kilogram semangka, melon dijual seharga Rp10.000. Ia juga kerap memberi tester untuk konsumen mencoba rasa buah. Rasa manis, warna merah pada semangka jadi buruan pecinta buah segar tersebut.

Lihat juga...