Pedagang di Pasar Wage Purwokerto Terdampak Pembatasan Jam Operasional

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Selama satu pekan diberlakukannya pembatasan jam operasional, para pedagang di Pasar Wage Purwokerto mengaku banyak mengalami kerugian. Terutama penjual buah, ikan dan sayuran, sebab barang dagangan banyak yang tidak laku dan membusuk.

Penjual ikan di Jalan Vihara, kompleks Pasar Wage Purwokerto, Amin mengatakan, selama sepekan terakhir, banyak ikan dagangannya yang terpaksa harus dibawa pulang dan pada akhirnya membusuk. Sebagian ada yang dimasak sendiri, namun karena sisa dagangan terlalu banyak, maka tetap saja ada yang membusuk.

“Awal diberlakukannya pembatasan jam operasional pasar sampai pukul 14.00 WIB, saya masih mengambil ikan seperti hari biasa, sehingga sisanya cukup banyak dan ada yang sampai membusuk. Keesokan harinya, langsung pasokan ikan saya minta dikurangi, supaya kerugian tidak terlalu banyak,” tuturnya, Selasa (29/6/2021).

Amin mengatakan, sempat terbesit untuk mengolah ikan-ikan yang tidak terjual menjadi makanan matang dan dijual. Namun, saat ini warung-warung makan juga banyak yang sepi pembeli, sehingga ia mengurungkan niatnya.

“Paling aman untuk mengurangi risiko kerugian ya dengan mengurangi barang dagangan, meskipun risikonya juga pendapatan berkurang,” katanya.

Pedagang lain yang juga mengalami kerugian serupa yaitu pedagang buah-buahan. Slamet mengatakan, buah-buahan dagangannya banyak yang membusuk karena jam operasional pasar diperpendek. Meskipun sejak ada pemberitahuan akan adanya pembatasan jam operasional, ia sudah mulai mengurangi stok dagangannya, tetapi tetap saja masih ada yang membusuk, karena penjualan memang turun.

“Saya biasanya jualan di kios buah ini sampai sore hari, sekarang jam 14.00 WIB harus sudah tutup. Terpaksa buah-buahan dibawa pulang dan akhirnya banyak yang membusuk,” ucapnya.

Buah-buahan yang tergolong cepat membusuk antara lain nanas, pisang, alpukat, pepaya serta anggur. Jenis buah tersebut, menurut Slamet, hanya bisa bertahan 1-2 hari saja. Berbeda dengan buah apel, melon, semangka serta jeruk yang bisa bertahan lebih dari 3 hari.

Terlebih dalam satu minggu kemarin, satu hari pasar ditutup total untuk dilakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area pasar. Sehingga, selama satu hari penuh, pedagang tidak berjualan.

Selain penjual ikan segar dan buah-buahan, keluhan akan kerugian akibat pembatasan jam operasional pasar tradisional juga dilontarkan penjual sayu-mayur. Seperti buah, sayuran juga mempunyai daya tahan terbatas, bahkan hanya sampai sehari saja, sayuran sudah layu.

“Namanya sayuran segar, ya hanya bisa bertahan sehari. Jika jam berjualan dibatasi, artinya untuk sayuran hijau, seperti bayang, kangkung dan sejenisnya, sudah tidak bisa dijual lagi,” kata Wati, penjual sayuran di Pasar Wage.

Lihat juga...