Pedagang Durian Mengais Rezeki di Jalur Wisata Bandar Lampung

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Masih beroperasinya sejumlah objek wisata alam di Bandar Lampung, seperti Lembah Hijau, Umbul Helau, Taman Kupu Kupu, dan Lengkung Langit di wilayah Kecamatan Kemiling, memberi berkah bagi para pedagang buah durian.

Harsono, salah satu pedagang buah durian, menyebut memanfaatkan peluang di ruas Jalan Raden Imba Kusuma. Akses jalan strategis itu dekat dengan destinasi wisata Sumur Putri yang memiliki jembatan merah. Ia biasa menjual durian dengan rata-rata harga Rp30.000 hingga Rp50.000 per butir. Sejumlah wisatawan yang menyempatkan membeli durian memberi omzet ratusan ribu rupiah per hari.

“Peluang berjualan di ruas jalan wisata menjadi berkah saat musim panen durian,” kata Harsono saat ditemui Cendana News, Minggu (20/6/2021).

Kawasan destinasi wisata Sumur Putri yang direvitalisasi jadi destinasi menarik di Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung,-Dok: CDN

Harsono juga menyebut jika kawasan Sukadanaham tempat ia memperoleh durian untuk dijual, dikenal sebagai penghasil durian. Sebagai kawasan agrowisata berbasis durian, ia dan warga bisa memanfaatkan peluang menjual durian. Wisatawan bisa menikmati durian yang diperoleh langsung dari pohon.

“Musim durian tahun ini hasil panen lebih sedikit, namun daging buah yang diperoleh lebih manis sehingga disukai oleh konsumen yang ingin bepergian ke destinasi wisata di kawasan Kemiling, banyaknya warga yang ingin menikmati wisata alam menguntungkan pedagang durian,” terang Harsono.

Harsono berbagi tugas dengan sang anak menjual durian. Lokasi berjualan sang anak memanfaatkan kawasan objek wisata jembatan Sumur Putri yang telah direvitalisasi. Kawasan yang menjadi objek wisata alam itu menjadi tempat sang anak menjual buah durian dan kelapa muda. Keberadaan wisata alam, menurutnya menjadi peluang untuk menjual hasil pertanian durian.

Warga lain bernama Slamet Riyadi, juga menyebut durian yang dijual merupakan hasil panen petani. Menggunakan akses jalan menuju ke objek wisata, sangat menguntungkan. Agar bisa mendapat konsumen yang akan berwisata ke sejumlah destinasi, ia memilih memberi garansi. Garansi durian sesuai keinginan dengan aroma wangi, manis bisa langsung dicoba.

“Jika durian tidak sesuai keinginan bisa diganti, sebab kami menggunakan teknik mengiris, buah durian yang tidak laku bisa dibuat menjadi tempoyak,” ulasnya.

Salah satu ciri khas pedagang di kawasan jalur wisata kawasan Kemiling, yakni adanya daging durian yang menjadi tempoyak. Tempoyak merupakan fermentasi daging buah durian yang disimpan pada kemasan plastik dan botol. Daging buah yang difermentasi menjadi tempoyak menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung. Kawasan perbukitan Sukadanaham sekaligus menjadi destinasi wisata durian.

Hasnah, salah satu petugas jaga dan perawat tanaman di objek wisata Umbul Helau, Kemiling, menyebut destinasi wisata tersebut tetap buka. Konsep wisata alam di perbukitan yang sejuk dengan sajian bunga cukup diminati.

Cukup membayar Rp10.000 untuk biaya tiket dan parkir Rp3.000, wisatawan bisa menikmati suasana yang sejuk dan warna warni bunga celosia.

“Saat musim buah durian, wisatawan juga bisa menikmati kesempatan untuk merasakan hasil panen dari kebun milik warga,” ulasnya.

Sajian wisata berbasis alam, sebut Hasnah, masih menjadi pilihan bagi warga kota Bandar Lampung. Sebab, lokasi yang berada di kaki Gunung Betung tersebut jauh dari potensi kerumunan. Sebagai objek wisata alam berbasis bunga, Umbul Helau menjadi tempat edukatif. Sejumlah saung untuk bersantai bersama keluarga dan jauh dari kebisingan bisa dinikmati sembari menyantap daging buah durian.

Lihat juga...