Pedagang Pasar Tradisional di Purwokerto Keluhkan Pembatasan Jam Operasional

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Rencana pembatasan jam operasional di pasar tradisional dikeluhkan para pedagang di Pasar Wage Purwokerto. Mengingat tanpa adanya pembatasan jam operasional saja, saat ini pedagang sudah mengalami penurunan omzet penjualan akibat sepi pembeli.

“Kalau diberlakukan lagi pembatasan jam operasional, pasti kita akan semakin berkurang pendapatannya, karena biasanya banyak yang buka sampai sore hari. Ada pelanggan seperti pegawai BUMN atau PNS yang biasanya baru belanja sore hari sepulang dari kantor,” kata Wati, pedagang sayuran di Pasar Wage Purwokerto, Selasa (22/6/2021).

Selama ini, Wati biasa buka lapak dagangannya sejak pagi hingga pukul 16.00 WIB, karena pada jam 15.00 WIB ke atas masih ada orang yang berbelanja. Jika kemudian diberlakukan pembatasan jam operasional hingga pukul 14.00 WIB, maka dipastikan ia akan kehilangan pelanggannya tersebut.

Wati menuturkan, hingga siang hari ini, dagangannya masih banyak yang belum laku. Mulai dari sayuran hijau, terong, wortel hingga cabai, tahu, tempe dan lain-lain. Padahal ia sudah mengurangi stok barang dagangannya, namun setiap hari masih selalu tersisa.

“Sudah dua minggu ini saya kurangi stok dagangan, misalnya cabai yang biasanya kulakan sampai 10 kilogram, saya kurangi hanya 5 kilogram saja, begitu pula dengan sayuran. Tetapi masih saja tidak terjual semua, selalu ada sisa barang dagangan yang harus dibawa pulang,” tuturnya.

Pedagang lainnya, Kuatno yang berjualan ikan serta udang juga mengeluhkan hal yang sama. Saat ini penjualan sepi, bahkan untuk lele yang biasanya dalam satu hari bisa terjual hingga 10 kilogram, sekarang turun drastis. Apalagi udang dan ikan laut lainnya, semuanya mengalami penurunan penjualan.

“Udang bisa laku 3 kilogram saja, sudah sangat bagus. Sekarang pembeli sepi, saya juga sudah mengurangi stok ikan, tetapi juga masih ada sisa setiap hari, jadi terkadang dimasak sendiri atau dibuat masakan dan dijual dalam bentuk sudah matang. Tetapi itu juga tetap berisiko tidak laku,” keluhnya.

Sebelumnya Bupati Banyumas, Achmad Husein melalui Surat Edaran (SE) nomor 360/3170 akan memberlakukan pembatasan jam operasional pasar tradisional di Banyumas mulai pagi hingga pukul 14.00 WIB dan diberlakukan mulai hari Senin (28/6/2021).

Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang saat ini kembali mulai naik angka positifnya.

Pasar tradisional dinilai sebagai salah satu pusat keramaian yang harus diwaspadai dan dilakukan pembatasan kegiatannya. Termasuk jumlah kunjungan atau pembeli juga akan kembali dibatasi maksimal 50 persen dan semua itu akan dipantau oleh petugas.

Lihat juga...