Pelaksanaan Penyederhanaan Tarif Cukai Rokok Perlu Diawasi

Ilustrasi - Seorang pedagang menunjukkan pita cukai rokok di Pasar Pahing, Kediri, Jawa Timur -Ant

JAKARTA – Lembaga riset Visi Integritas mengharapkan kebijakan penyederhanaan struktur tarif cukai hasil tembakau dapat dilakukan sesuai mandat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Komitmen pemerintah untuk melakukan penyederhanaan ini perlu diawasi pelaksanaannya, mengingat jika gagal diterapkan, keberadaan rokok murah akan terus marak,” kata Wakil Direktur Visi Integritas, Emerson Yuntho, di Jakarta, Selasa (1/6/2021).

Ia menjelaskan, saat ini kebijakan struktur tarif cukai rokok sangat kompleks dan rumit karena terdiri atas 10 lapis (layer), dan memungkinkan perusahaan rokok besar untuk membayar cukai dengan tarif terendah.

Kerumitan tarif tersebut, menurut dia membuat harga tetap murah dan terjangkau bagi masyarakat, sehingga berpotensi menyebabkan kenaikan konsumsi rokok, terutama bagi penduduk usia di bawah 18 tahun.

“Harga rokok yang murah juga dapat berkontribusi bagi makin meningkatnya tingkat kemiskinan di Indonesia,” kata Emerson.

Lihat juga...