Pelaku Usaha Produk PAH Wajib Miliki Serfitikasi NKV

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, saat dihubungi di Semarang, Selasa (29/6/2021) petang. Foto Arixc Ardana

SEMARANG — Setiap pelaku usaha yang menjualbelikan produk Pangan Asal Hewan (PAH), diwajibkan memiliki sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Hal tersebut, untuk memberikan jaminan keamanan dan kesehatan produk, yang dijual kepada masyarakat.

“Pada prinsipnya, sertifikasi NKV, merupakan setifikat penjaminan keamanan mutu produk PAH, untuk memenuhi persyaratan kelayakan dasar sistem jaminan keamanan pangan, dalam aspek higienes, kebersihan dan sanitasi pada unit usaha PAH. Ini sesuai dengan UU Peternakan dan Kesehatan Nomer 18 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2014 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan,” papar Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, saat dihubungi di Semarang, Selasa (29/6/2021) petang.

Dipaparkan, dalam upaya tersebut, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi bagi para pelaku usaha, terkait sertifikasi NKV tersebut.

“Bisa dibilang belum banyak pelaku usaha di bidang PAH yang paham terkait regulasi ini. Untuk itu, terus kita sosialisasikan,” teranynya.

Hernowo menuturkan dengan adanya sertifikasi NKV tersebut, dapat memberikan jaminan bahwa produk PAH dijual yang memenuhi persyaratan aman, sehat, utuh, dan halal bagi yang dipersyaratkan.

Selain itu, juga memberikan perlindungan kesehatan bagi konsumen produk PAH. Dari sisi pelaku usaha, adanya sertifikat NKV akan meningkatkan daya saing produk ternak domestik, serta memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha produk PAH. Tidak hanya itu, sertifikasi NKV tersebut juga memudahkan dilakukannya penelurusan asal produk ternak, apabila terjadi penyimpangan.

Pelaku usaha PAH yang wajib memiliki NKV ini, sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian tentang Pedoman Sertifikasi Kontrol Veteriner, antara lain Rumah Pemotongan Hewan (RPH), peternakan ayam petelur (layer) dan sapi perah pun wajib ber-NKV. Hal ini dikarenakan produk yang dihasilkan dapat langsung dijual ke masyarakat,.

Termasuk juga pelaku usaha yang memiliki rantai dingin (cold storage), kios daging, dan toko retail pun tak luput dari keharusan memiliki NKV.

Sementara, Kasi Produksi Peternakan Dispertan Kota Semarang, Harmawati, menambahkan, permohonan sertifikasi NKV tidak dipungut biaya alias gratis.

“Sertifikasi ini memiliki masa berlaku 5 tahun. Kita harapkan pelaku usaha di bidang PAH bisa melengkapi sertifikasi ini, sebagai jaminan mutu produk yang dijual sehingga dapat memberikan kepercayaan kepada konsumen, ” pungkasnya.

Lihat juga...