Peluang Usaha Pemasok Kerang Hijau di Bandar Lampung, Menjanjikan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Masa panen budidaya kerang hijau atau Perna viridis berlangsung setiap pekan. Peluang usaha untuk memasok kerang hijau bagi kebutuhan kuliner jadi peluang bagi Sarijan.

Warga Tanjungkarang, Bandar Lampung itu menyebut budidaya kerang hijau jadi usaha sumber mata rantai ekonomi. Peluang yang ditekuninya dengan menjadi pemasok (suplier) bagi sejumlah usaha kuliner.

Sarijan menyebut usaha tersebut bukan kebetulan ditekuninya. Semula ia menyebut memulai usaha bersama sang istri membuka usaha kuliner kerang hijau di bilangan Enggal, Tanjungkarang. Pasokan kerang hijau diperoleh dari hasil budidaya nelayan di perairan Teluk Lampung.

Imbas tsunami 22 Desember 2018, lokasi budidaya alami kerusakan. Butuh waktu hampir dua tahun untuk pemulihan lokasi budidaya.

Kebutuhan kerang hijau sebut Sarijan mulai dicari dari wilayah lain. Beruntung ia mendapat informasi adanya kelompok Sinar Semendo yang melakukan budidaya kerang hijau.

Ia memulai kerjasama usaha untuk memasok kerang hijau dengan standar ukuran konsumsi. Kondisi kerang hijau bercangkang dan masih hidup sebelum dijual ke konsumen.

“Saya memulai usaha menjadi pengepul sejak 2019 dengan rutin mengambil kerang hijau yang masih segar atau bercangkang, sesuai permintaan semula pasokan hanya berkisar sebanyak satu kuintal kini mulai rutin memasok lima kuintal setiap dua hari sekali,” terang Sarijan saat ditemui Cendana News, Selasa (15/6/2021).

Sarijan memanfaatkan mobil untuk distribusi dan menampung kerang hijau memakai lemari pendingin (cold storage). Kerang hijau yang dipanen sebutnya hanya mampu bertahan dalam suhu dingin tanpa air maksimal dua hari.

Ia mengaku membeli kerang hijau dari pembudidaya Rp7.500 per kilogram atau Rp3.750.000 sekali pengambilan. Kerang hijau selanjutnya dipasok ke sejumlah pelanggan sesuai pesanan.

Harga pada level pemasok sebut Sarijan per kilogram kerang hijau dijua Rp10.000. Margin penjualan dari pembudidaya ke pedagang kuliner sebutnya digunakan untuk distribusi.

Ia mengaku masih bisa mendapat keuntungan Rp1.000 per kilogram kerang hijau. Setiap pedagang kuliner makanan olahan laut (sea food) memesan 30 hingga 50 kilogram. Stok kerang hijau bisa habis dalam waktu dua hari untuk puluhan pelaku usaha kuliner.

“Saat akhir pekan di mana sejumlah tempat keramaian banyak dikunjungi, pedagang kuliner kerang hijau bisa menambah permintaan,” terang Sarijan.

Sarijan mengaku pedagang kuliner memiliki standar ukuran kerang hijau 5-7 cm. Ukuran kerang hijau tersebut hanya bisa diperoleh saat usia budidaya mencapai 5 hingga 6 bulan.

Pembudidaya bisa melakukan sortasi pada media budidaya sehingga panen parsial tetap bisa dilakukan. Sebab budidaya kerang hijau memakai media ban bisa dipanen setiap hari dengan sistem pemilahan.

Leman, pembudidaya sekaligus pemasok kerang hijau memiliki pangsa pasar lebih jauh. Pasar kerang hijau lokal sebutnya telah dimasuki oleh sesama pembudidaya. Berbekal survei ke pasar wilayah Jambi, Palembang hingga Riau ia fokus melakukan pengiriman ke tiga kota tersebut.

Keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) mempercepat distribusi. Sebab jarak tempuh Lampung-Palembang semula 12 jam bisa ditempuh hanya 4 jam.

“Peluang distribusi memasok kerang hijau ke provinsi lain lebih cepat dengan adanya Jalan Tol Trans Sumatera,” sebutnya.

Masuk bulan Mei hingga Juni, pembudidaya sebutnya masuk panen raya. Panen raya menghasilkan panen sekitar 5 hingga 6 ton. Bermodalkan sekitar Rp5 juta hingga Rp7 juta untuk media tanam, hasil bisa tiga kali lipat.

Modal Rp5 juta sebutnya selama 5 bulan bisa menghasilkan Rp15 juta. Syaratnya semua proses panen hingga distribusi langsung ditangani olehnya tanpa pihak ketiga.

Selain bagi kaum laki laki, bisnis kerang hijau menguntungkan kaum wanita. Juarsih, selaku salah satu anggota kelompok Sinar Semendo mengaku telah memiliki pelanggan tetap.

Juarsih (kanan) anggota kelompok Sinar Semendo pembudidaya kerang hijau menyortir kerang untuk kuota pesanan Sarijan, Selasa (15/6/2021) – Foto: Henk Widi

Pelanggan dominan pedagang di pasar tradisonal yang meminta pasokan kerang kupas dan kerang bercangkang. Pasokan kerang kupas butuh perebusan dan menjadi lapangan pekerjaan sejumlah wanita di desa tersebut.

Juarsih menyebut ia bisa membuka peluang usaha. Pedagang kerang hijau di pasar masih bisa mendapat margin keuntungan belasan hingga puluhan ribu.

Sejumlah relasi yang kreatif bahkan meminta kerang hijau untuk dijual sebagai olahan kuliner.

Budidaya pada lokasi yang bersih sebut Juarsih membuat kualitas kerang hijau banyak diminati pasar. Hasilnya sektor usaha lain bisa tumbuh dari usaha pemasok hingga kuliner berbasis kerang hijau.

Lihat juga...