Pembelajaan Daring Pengaruhi Kualitas Input Siswa di Sekolah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Penerapan sistem pembelajaran daring selama pandemi setahun terakhir, tak bisa ditampik berdampak pada penurunan kualitas pendidikan hampir di semua daerah. Hal itu terlihat jelas dari indikator penurunan kualitas input siswa dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021 ini.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMP Negeri 9 Yogyakarta, Sumarjo, Kamis (24/06/2021). Foto: Jatmika H Kusmargana

Di kota Yogyakarta, proses PPDB salah satunya diukur lewat capaian nilai Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) melalui jalur mutu/prestasi. Dari indikator ini saja, nilai siswa tercatat jauh menurun dibandingkan 2019 lalu yang diukur lewat capaian nilai UASBN atau UN.

Di tingkat SD, Dinas Pendidikan kota Yogyakarta mencatat nilai ASPD siswa tahun ini hanya mencapai 6,3. Jumlah ini menurun dari nilai rata-rata UASBN tahun 2019 yang mencapai 7,6. Hal yang sama juga terjadi di tingkat SMP, dimana nilai rata-rata ASDP siswa tahun ini tercatat mencapai 4,6, menurun dari capaian UN tahun 2019 sebesar 6,8.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMA Negeri 5 Yogyakarta, Sapto Nugroho, mengakui adanya penurunan signifikan kualitas input siswa baru dalam PPDB tahun ini. Dimana berdasarkan pantauannya, nilai masuk siswa tercatat anjlok hingga mencapai 2 digit dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau kita lihat memang nilai masuk tahun ini anjlok sekitar dua digit. Nilai terendah siswa yang dulu berada di kisaran 34, saat ini hanya di kisaran 32. Meski tidak bisa jadi patokan, namun kita melihat memang terjadi penurunan kualitas siswa,” katanya di Yogyakarta, Kamis (24/06/2021).

Hal senada juga diungkapkan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMP Negeri 9 Yogyakarta, Sumarjo. Ia menyebutkan, hingga menjelang batas akhir PPDB Kamis hari ini, nilai rata-rata terendah di sekolahnya tercatat mencapai 18. Sementara pada PPDB tahun lalu, nilai terendah siswa mencapai 21,6. Meski masih bisa berubah, ia menyebut ada penurunan kualitas siswa dalam PPDB tahun ini.

“Dengan penurunan kualitas input siswa ini, tentu sekolah memiliki tanggungjawab besar untuk bisa meningkatkan kualitas akademik siswa baru nantinya. Sekolah harus bisa mengejar ketertinggalan akibat pembelajaran selama pandemi kemarin. Meski berat, namun ini menjadi tantangan bagi sekolah,” ujarnya.

Sumarjo sendiri menilai ada sejumlah strategi yang harus dilakukan pihak sekolah khususnya guru/pendidik untuk bisa melaksanakan proses pembelajaran yang efektif lewat sistem daring. Salah satunya adalah mengedepankan variasi pembelajaran yang disertai dengan sentuhan atau pendekatan langsung kepada masing-masing siswa.

“Jadi memang siswa tidak bisa dipaksa hanya untuk mengerjakan tugas dan tugas. Harus ada variasi pembelajaran dengan sentuhan langsung ke masing-masing siswa. Sehingga siswa dapat lebih efektif menyerap materi pembelajaran yang diberikan,” pungkasnya.

Lihat juga...