Pembelajaran Tatap Muka di Jember Belum Diberlakukan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBER – Proses pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Jember, masih dilakukan dengan cara uji coba. Mengingat angka kasus positif Covid-19 di Jember hingga hari ini masih terus meningkat.

Plt. Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, Bambang Hariono, mengatakan, kasus positif Covid-19 di Jember hingga saat ini masih mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sehingga untuk pelaksanaan proses belajar tatap muka, masih diperlukan kajian.

“Selain dilakukan pengkajian lebih lanjut terkait pelaksanaan PTM, juga dirasa penting untuk menetapkan regulasi yang tepat dalam upaya mengatasi persebaran pandemi Covid-19,” ujar Bambang Hariono, saat dikonfirmasi oleh wartawan, di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Jember, Kamis (24/6/2021).

Ketentuan regulasi nantinya dijadikan acuan dalam pelaksanaan PTM. Bambang Hariono pun menyatakan masih perlu berkoordinasi dengan Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Jember, yakni Bupati Jember, Hendy Siswanto.

“Proses pelaksanaan PTM harus dilakukan secara bersama, saling berkoordinasi, karena keadaan saat ini masih terjadi lonjakan kasus positif Covid-19. Upaya koordinasi yang kami lakukan, juga untuk lebih memastikan kesiapan sekolah dalam pelaksanaan PTM di Jember,” tandasnya.

Meninjau aspek kesiapan lembaga sekolah untuk pelaksanaan PTM, Bambang menyebutkan, sekolah telah melakukan proses PTM dengan cara simulasi beberapa hari sebelumnya.

“Pelaksanaan PTM saat ini masih berupa uji coba, bukan pelaksanaan PTM yang sebenarnya. Rencananya pelaksanaan PTM akan dimulai di tahun ajaran baru bulan Juli. Namun melihat peningkatan positif Covid-19 di Jember terus meningkat masih perlu dilakukan upaya evaluasi,” ucapnya.

Bambang mengatakan, sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 dalam kegiatan PTM, pelaksanaan vaksinasi terhadap guru pengajar telah dilakukan. Namun menurutnya masih ada beberapa guru yang belum dilakukan vaksinasi.

“Kurang lebih jumlah guru di Jember sebanyak 9.000. Pelaksanaan vaksinasi sendiri sudah tercapai sekitar 95 persen. Salah satu contoh guru yang belum melaksanakan vaksinasi disebabkan karena hamil dan tekanan darah tinggi,” katanya.

Bambang menambahkan, terkait pelaksanaan vaksinasi terhadap guru pengajar, akan terus dilakukan hingga tercapai 100 persen.

Terpisah, Kepala Sekolah MTs Baitul Hikmah, Tita Rini, S.Pd, mengatakan, pelaksanaan PTM sangat diperlukan, penting segera dilakukan. Karena efektivitas proses belajar secara daring belum dirasa berdampak positif.

Kepala Sekolah MTs Baitul Hikmah, Tita Rini, saat ditemui Cendana News, Kamis (24/6/2021).- Foto: Iwan Feri Yanto

“Pendidikan bukan hanya sekadar menyalurkan ilmu kepada anak didik, akan tetapi memberikan edukasi terkait etika dan adab terhadap anak didik. Sebab selama pelaksanaan belajar daring, beberapa murid cenderung mengabaikan guru saat menyampaikan materi pelajaran,” ucapnya.

Tita menambahkan, satu tahun lebih adalah waktu yang sangat lama, pelaksanaan belajar secara daring tidak maksimal. Beberapa target untuk anak didik, menurutnya, jauh untuk dapat dicapai saat ini.

Lihat juga...