Pemerintah Desa di Flotim Diharap Beli Jagung Petani

Editor: Koko Triarko

LARANTUKA – Petani di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, berharap ada kebijakan agar pemerintah desa membeli hasil panen jagung dan kacang hijau milik petani.

“Perlu ada kebijakan dari pemerintah kabupaten agar pemerintah desa bisa membeli produk pertanian, seperti jagung dan kacang hijau dari petani,” harap petani pelopor di Desa Tuwagoetobi, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, Kamilus Tupen Jumat, saat dihubungi, Senin (7/6/2021).

Kamilus menyebutkan, dirinya menampung hasil panen jagung dari petani di desanya karena pemerintah menjanjikan akan membeli hasil panen petani untuk program Covid-19.

Ketua Kelompok Tani Lewowerang, Desa Tuwagoetobi, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, NTT, Kamilus Tupen Jumat, saat ditemui di kebunnya, Minggu (16/5/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Dia mengaku harga yang ditawarkan pemerintah sebesar Rp4 ribu per kilogram, dan masih lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang dibeli pedagang pengepul sebesar Rp3 ribu hingga Rp3.500 per kilogramnya.

“Semua jagung telah kami giling dan dititipkan di pondok di kebun saya. Kita berharap, agar pemerintah segera membeli jagung kami,” harapnya.

Ketua Kelompok Tani Lewowerang ini menambahkan, hasil panen jagung di desanya meningkat drastis sejak petani diajari untuk tidak menggunakan sistim tebas bakar.

Kamilus melanjutkan, ketika semua petani tanam jagung dan hasilnya melimpah, dirinya pusing bagaimana menjual hasil panen jagungnya.

“Makanya perlu kebijakan makan apa yang anda tanam dan tanam apa yang anda makan. Ini agar hasil pertanian petani bisa dikonsumsi warga di Kabupaten Flores Timur dan tidak dijual ke luar daerah,” ungkapnya.

Sementara itu Bonifasius Soge Kolah, Ketua Petani Sorgum Likotuden, Desa Kawalelo, Kabupaten Flores Timur, mengakui hasil panen sorgum miliknya pun rencananya akan dibeli oleh pemerintah.

Boni, sapaannya, mengaku petani merasa senang, sebab hasil panen sorgum petani pada 2021 mengalami penurunan akibat tingginya curah hujan yang berdampak terhadap biji sorgum berwarna kehitaman.

“Kami sudah disampaikan untuk menyiapkan sorgum di kelompok tani karena nantinya akan dibeli oleh pemerintah untuk program penanganan Covid-19 di Kabupaten Flores Timur,” ungkapnya.

Lihat juga...