Pemkab Bandung Bentuk Relawan Bencana di 270 Desa

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Kabupaten Bandung merupakan salah satu wilayah di Indonesia dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Longsor dan Banjir, adalah dua jenis bencana yang kerap menghantui wilayah tersebut.

Atas pertimbangan itu, pemerintah setempat membentuk kelompok relawan bencana dengan nama BEDAS 96, yang tersebar di 270 desa dan 10 kelurahan.

“Ini adalah upaya kita dalam mengurangi resiko bencana. Relawan ini adalah perwakilan dari masing-masing desa, sehingga nantinya setiap desa memiliki SDM yang kompeten melakukan mitigasi bencana,” ujar Bupati Bandung, Dadang Supriatna dalam kegiatan Pelatihan Desa Tangguh Bencana, Rabu (16/6/2021) di Desa Ciluluk, Kecamatan Cikancung.

Di tempat yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Akhmad Djohara menambahkan, kegiatan pelatihan relawan bencana itu akan dipadukan dengan kegiatan Sekolah Sungai.

“Jadi kita juga akan bersama-sama para relawan ini untuk melakukan normalisasi sungai. Sebab revitalisasi sungai akan jadi perhatian serius kita,” ucapnya.

Djohara menerangkan, dalam kegiatan normalisasi sungai akan ada tim yang mendampingi untuk mengkaji serta merekomendasi sungai-sungai dangkal.

Sungai-sungai dangkal yang tersebut, kata Djohara, hingga saat ini ketika terjadi hujan, selalu meluap dan mengakibatkan bencana banjir.

“Dengan adanya Desa Tangguh Bencana tersebut artinya di desa itu sudah banyak relawan perpanjangan BPBD Kabupaten Bandung yang selalu siap berikan bantuan,” kata Djohari.

Sementara itu, untuk jumlah personel yang disiapkan dalam Desa Tangguh Bencana, ucap Djohari, sebanyak 40 orang di tiap desa.

“Untuk Desa Tangguh Bencana itu ada 40 per desa, kemudian untuk Sekolah Sungai ada 96 orang,” tutupnya.

Lihat juga...