Pemkab Garut Tutup Semua Lokasi Wisata

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Jawa Barat, Budi Gan Gan - Foto Ant

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, menutup semua objek wisata yang ada di wilayahnya. Kebijakan tersebut diberlakukan, untuk menghindari terjadinya kerumunan orang, di tengah melonjaknya kasus COVID-19.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Budi Gan Gan mengatakan, penutupan seluruh tempat wisata termasuk wisata religi, dilakukan sesuai Surat Edaran Bupati Garut, tentang pembatasan aktivitas di luar rumah untuk mencegah dan memutus rantai penularan COVID-19. “Semua tempat wisata (ditutup), kita sudah bentuk tim untuk pengawasan,” kata Budi Gan Gan, Minggu (27/6/20210.

Ia mengatakan, Kabupaten Garut memiliki banyak tempat wisata, yang seringkali ramai dikunjungi wisatawan saat libur maupun momentum tertentu. Termasuk keberadaan destinasi wisata religi. Semuanya ditutup, karena selalu ramai oleh pengunjung. Seperti keberadaan Makam Godog, Makam Syeh Jafar Sidik di Cibiuk, Eyang Papak di Wanaraja, Makam Cipancar di Limbangan, dan Kampung Pulo di Situ Cangkuang.

Penutupan tempat wisata itu, mulai berlaku 27 Juni 2021 sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan. Dan upaya tersebut mendapatkan pengawasan ketat oleh petugas dari Disparbud Garut. “Kita sudah bentuk tim, Kabid dan Kasie melakukan pengawasan, semua disebar,” katanya.

Jajaran Dinas Pariwisata, sudah melakukan sosialisasi ke seluruh tempat wisata, untuk mematuhi Surat Edaran Bupati Garut sebelum diberlakukan penutupan. “Pejabat struktural untuk melaksanakan sosialisasi dan pemantauan pelaksanaan Surat Edaran Bupati Garut,” tegasnya.

Sementara itu, objek wisata yang sudah mulai menaati Surat Edaran Bupati Garut adalah, kawasan Taman Wisata Alam Gunung Papandayan, yang terhitung mulai 27 Juni 2021 sampai batas tidak ditentukan, telah menutup diri untuk aktivitas masyarakat. “Ditutup per hari ini, tanggal 27 (Juni) sampai batas waktu yang belum ditentukan, nanti kita update perkembangannya,” kata Direktur PT Asri Indah Lestari atau pengelola Taman Wisata Alam Gunung Papandayan, Tri Persada.

Tri Persada menyampaikan, pihaknya siap mematuhi aturan pemerintah, dalam ikut serta mencegah dan memutus rantai penularan wabah COVID-19 di Kabupaten Garut. Selama ini, kawasan wisata di Gunung Papandayan selalu menerapkan protokol kesehatan, seperti yang dianjurkan pemerintah, agar pengunjung maupun pengelola aman dari penularan COVID-19. (Ant)

Lihat juga...