Penanganan Kekerdilan di Hulu Sungai Tengah, Dipercepat

HULU SUNGAI TENGAH  – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan melakukan percepatan dalam penanganan kekerdilan yang antara lain disebabkan persoalan asupan gizi kepada bayi dan anak yang buruk.

Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ainur Rafiq di Hulu Sungai Tengah, Rabu, mengatakan, daerah setempat di antara kabupaten/kota di Kalimantan Selatan pada 2019 berada pada angka 14,3 persen terkait dengan persoalan kekerdilan.

“Pada 2020 turun menjadi 10 persen dan secara nasional berdasarkan target RPJMN 2020 sebesar 24,1 persen, Hulu Sungai Tengah ternyata di bawah angka tersebut,” kata dia.

Oleh karena itu, Pemkab Hulu Sungai Tengah melaksanakan percepatan penurunan kekerdilan.

Salah satunya langkah yang dikerjakan, yaitu berkomitmen bersama Pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting dan Kabupaten Kota Sehat (KKS) yang ditandatangani oleh kepala daerah.

Komitmen bersama tersebut merupakan upaya pemda dalam rangka peningkatan sumber daya manusia, khususnya, sebagai bentuk perhatian pemda dalam upaya percepatan penurunan kekerdilan dan KKS di Hulu Sungai Tengah.

Ia mengharapkan program itu dapat terwujud dengan aksi konvergensi/integrasi melalui beberapa kegiatan, di antaranya pemetaan program dan sumber pembiayaan terkait dengan percepatan penurunan kekerdilan hingga tingkat desa/kelurahan.

Pemda dan masyarakat harus membangun kemitraan bersama untuk meningkatkan lingkungan fisik, sosial, budaya, perilaku dan pelayanan publik yang dilaksanakan secara adil dan terjangkau. (Ant)

Lihat juga...