Pendidikan Akuakultur Kembangkan Pengetahuan Sistem Bioflok

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ini, Universitas Muhammdiyah Purwokerto (UMP) membuka jurusan baru yaitu program studi (prodi) akuakultur. Peluang kerja prodi ini masih sangat luas di bidang perikanan.

Kepala Program Studi Akuakultur UMP, Suwarsito mengatakan, untuk angkatan pertama ini, pihaknya hanya memberikan kesempatan pada 40 orang mahasiswa baru atau satu kelas. Prodi ini masuk dalam naungan Fakultas Pertanian dan Perikanan UMP.

“Tahun pertama ini, kita baru buka satu kelas, kurang-lebih 40 mahasiswa,” katanya, Kamis (24/6/2021).

Lebih lanjut Suwarsito menjelaskan, prodi akuakultur merupakan prodi yang mengembangkan ilmu tentang perikanan. Dan keunggulan prodi akuakultur UMP yaitu, akan mengembangkan rekayasa sistem akuakultur berbasis artificial intelligence (AI). Sehingga semua aktivitas budidaya nanti terintegrasi dengan sistem informasi dan terkontrol.

Selain itu, prodi akuakultur UMP juga akan mengembangkan sistem bioflok (bioflucculation), yakni metode budidaya ikan dengan memanfaatkan mikroorganisme yang dapat menetralisir limbah yang dihasilkan aktivitas budidaya.

Menurut Suwarsito budidaya ikan dengan sistem bioflok sangat menguntungkan karena pertumbuhan ikan relatif cepat.

Bioflok, lanjutnya, selain bisa digunakan sebagai pakan alami juga bisa mereduksi bahan pencemar di dalam air. Sehingga kesehatan ikan semakin baik dan pertumbuhan ikan semakin cepat karena kebutuhan nutrisi ikan terpenuhi.

Sementara itu, terkait peluang kerja bagi lulusan prodi ini, Suwarsito menjelaskan, sangat terbuka lebar.

Menurutnya, banyak bidang pekerjaan yang dapat ditekuni oleh lulusan prodi akuakultur baik di perusahaan swasta, instansi pemerintah maupun menjadi entrepreneur.

“Peluang kerja di bidang ini masih sangat terbuka luas dan kalau toh memilih tidak bekerja, keahlian yang diperoleh bisa untuk membuka peluang usaha sendiri. Sebab, konsumsi ikan sekarang ini sedang digalakkan, dan ini merupakan satu poin, peluang bagus untuk usaha bidang perikanan,” tuturnya.

Suwarsito memaparkan, tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia terus meningkat. Tahun ini konsumsi ikan sudah mencapai 56 kilogram per kapita tiap tahun, meningkat sangat tajam dibanding tahun 2011 yang hanya 36 kilogram per kapita per tahun.

Dengan asumsi tingkat konsumsi saat ini, tiap tahun dibutuhkan sekitar 13 juta ton produk ikan per tahun. Maka, lulusan akuakultur sangat dibutuhkan untuk melakukan budidaya ikan guna memenuhi kebutuhan konsumsi ikan di masyarakat.

Terpisah, Kepala Biro Publikasi dan Admisi (BPA) UMP, Dr. Yudha Febrianta, mengatakan, penerimaan mahasiswa baru UMP tahun akademik 2021-2022 sekarang ini terbagi dalam tiga gelombang.

“Gelombang pertama sudah tutup pada 31 Maret 2021 yang lalu, gelombang kedua akan berakhir pada 30 Juni 2021, dan gelombang ketiga akan dibuka pada 1 Juli hingga 31 Agustus 2021,” terangnya.

Lihat juga...