Peninggalan Presiden Soeharto Harus Dirawat dan Dikembangkan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PONOROGO – Cucu Presiden Soeharto, Retnosari Widowati Harjojudanto atau akrab disapa Eno Sigit, berharap, Peringatan 100 Tahun HM Soeharto, yang jatuh pada bulan Juni ini, dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk dapat lebih mengenal sosok Presiden Soeharto.

Sejarah telah mencatat nama Presiden Soeharto sebagai salah satu tokoh besar bangsa, sekaligus putra terbaik Republik Indonesia.

Cucu Presiden Soeharto, Retnosari Widowati Harjojudanto atau akrab disapa Eno Sigit, dijumpai Cendana News di Desa Badegan, Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (11/6/2021) – Foto: Jatmika H Kusmargana

Terbukti selama 32 tahun lebih memimpin, Presiden Soeharto telah banyak memberikan kontribusi bagi kemajuan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

“Saya berharap, Peringatan 100 Tahun Pak Harto dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih mengenal jasa-jasa Presiden Soeharto. Selain itu juga untuk meneruskan program-program beliau yang sekiranya bagus dan masih dibutuhkan,” ujarnya, saat melakukan kunjungan ke Bukit Soeharto yang terletak di desa binaan Yayasan Damandiri, Badegan, Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (11/6/2021).

Sementara itu, hal yang sama juga diungkapkan pengawas Yayasan Damandiri, sekaligus mantan menteri ekonomi di era Orde Baru, Fuad Bawazier.

Fuad mengatakan, banyak program peninggalan Presiden Soeharto, yang sampai sekarang tidak dirawat dengan baik. Padahal, banyak program peninggalan Presiden Soeharto tersebut, sebenarnya sangat penting dan dibutuhkan masyarakat, hingga saat ini.

“Puskesmas dan Posyandu merupakan beberapa program penting peninggalan Presiden Soeharto. Sayangnya, saat ini sekitar 60 persen Posyandu di Indonesia, sudah tidak aktif. Selain itu, 40 persen Puskesmas juga tidak aktif. Ini kan  contoh bahwa kita tidak merawat yang sudah ada. Mestinya apa yang sudah ditinggalkan Presiden Soeharto harus kita rawat. Bahkan dikembangkan. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, keberadaan Puskesmas dan Posyandu sangat penting,” bebernya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah pengurus sekaligus pimpinan Yayasan Damandiri, melakukan kegiatan peninjauan objek wisata baru Bukit Soeharto yang terletak di Desa Badegan, Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (11/6/2021) siang.

Hadir dalam kesempatan ini, Ketua Yayasan Damandiri yang baru, Letjen (Purn) Soegiono, Sekretaris Yayasan Damandiri Firdaus, Bendahara Yayasan Damandiri Siswanto Djojodisastro serta Pengawas Yayasan Damandiri Fuad Bawazier, hingga Pembina Yayasan Damandiri, Siti Hutami Endang Adiningsih.

Selain melihat perkembangan berbagai program pemberdayaan Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Badegan, kegiatan ini juga digelar untuk meninjau perkembangan pembangunan Bukit Soeharto sebagai kawasan wisata baru di perbatasan wilayah Wonogiri, Jawa Tengah, dan Ponorogo, Jawa Timur.

Dengan begitu diharapkan, seluruh program Yayasan Damandiri bisa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Lihat juga...