Peningkatan COVID-19, DKI Pertimbangkan Kemungkinan Menarik Rem Darurat 

Seorang tenaga kesehatan membersihkan diri usai bertugas merawat pasien di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (15/6/2021) - foto Dok Ant

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mempertimbangkan untuk kemungkinan menerapkan kebijakan rem darurat penanganan COVID-19. Hal itu akan dilakukan, berdasarkan pantauan dari perkembangan kasus penularan COVID-19 yang semakin meningkat.

“Dengan kasus yang luar biasa ini, kita mengambil langkah-langkah ekstra. Pak Gubernur bersama jajaran Forkopimda, akan melihat perkembangan dalam beberapa hari ke depan apakah kita terus melaksanakan PPKM sampai 14 hari ke depan, atau ada kebijakan lain di tengah 14 hari,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, Kamis (17/6/2021).

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan, Pemprov DKI meminta masukan dari ahli, epidemiolog, maupun satgas COVID-19 nasional, terkait perkembangan terkini COVID-19 di Jakarta. “Kami terus berkoordinasi dengan pakar epidemiologi, satgas pusat dan juga terus mengikuti arahan presiden,” ujar Riza.

Selain melakukan pemantauan, Pemprov DKI juga telah melakukan sejumlah langkah antisipasi, seperti menambah tenaga kesehatan, personel, dan menambah kapasitas tempat isolasi, bagi pasien positif maupun tanpa gejala.

Pemprov DKI disebutnya, serius memerangi pandemi COVID-19 di Ibu Kota, terlebih adanya kekhawatiran munculnya sejumlah varian baru corona di DKI. “Ada 13 varian yang masuk dan sekarang sedang diteliti oleh Kemenkes. Kami minta masyarakat hati-hati dan teliti,” tandasnya.

DKI Jakarta, diketahui kembali mencatat penambahan kasus harian positif cukup banyak. Per-Kamis (17/6/2021) ada 4.144 kasus infeksi baru. Jumlah itu diketahui yang tertinggi selama empat bulan terakhir. Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga memutuskan untuk menghentikan sementara pembelajaran tatap muka, akibat lonjakan kasus dalam beberapa hari terakhir. (Ant)

Lihat juga...