Peningkatan Kasus COVID-19 di Balikpapan Berasal dari Warga Pendatang

Juru Bicara Satgas COVID-19 Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty - Foto Ant

BALIKPAPAN – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Balikpapan melaporkan adanya 41 kasus positif baru, dengan 13 kasus diantaranya berasal dari warga luar Kota Minyak, yang datang ke Balikpapan untuk bekerja.

Kedatangan pekerja dari luar Balikpapan tersebut, untuk berbagai proyek adalah hal yang lazim di Kota Minyak. “Mereka tenaga kerja yang didatangkan perusahaan untuk pekerjaan konstruksi,” kata Juru Bicara Satgas, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dr Andi Sri Juliarty, Senin (14/6/2021).

Penambahan 41 kasus positif baru tersebut, meningkatkan pemakaian tempat tidur di ruang isolasi di rumah-rumah sakit rujukan yang merawat pasien COVID-19. Sebelum ini sudah ada 34 pasien yang dirawat. “Di masa wabah begini, bisa menjadi masalah, sebab ternyata pekerjanya kemudian ada yang positif COVID-19,” lanjut Juliarty, yang juga Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan.

Sebulan setelah Idul Fitri 1442 Hijriah, penambahan kasus positif harian COVID-19 di Balikpapan yang sempat berada di satu digit,  kini kembali mencapai puluhan kasus per hari. Karena itu, Satgas Penangaan COVID-19 kota tersebut, kembali mengingatkan warga untuk disiplin pada protokol kesehatan.

Para orangtua diingatkan untuk mengajarkan langkah-langkah protokol kesehatan pada anak-anak mereka. Apalagi sudah beberapa kali anak-anak usia balita, bahkan bayi, juga terpapar COVID-19. “Anak-anak usia balita itu sudah bisa diajari cuci tangan dan mengenakan masker,” jelas dr Juliarty.

Hingga pertengahan Juni ini, tingkat keterisian kamar isolasi rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di Balikpapan, berada pada 24,28 persen. Dan keterisian ruang perawatan intensif (ICU) 45,65 persen. Jumlah pasien yang menjalani isolasi di Hotel Grand Tiga Mustika bertambah dari 59 orang menjadi 67 orang.

Kadinkes juga melaporkan, pencapain vaksinasi secara umum saat ini sudah di angka 46,9 persen untuk dosis pertama dan 32,5 persen dosis kedua. Untuk kelompok usia lanjut, dosis pertama sudah mencapai 25,8 persen dan dosis kedua 18,4 persen. Kelompok pelayanan publik, sudah divaksin pertama 61,6 persen dan 39,5 sudang lengkap dua dosis. Untuk tenaga kesehatan dosis pertama mencapai 119 persen dan dosis kedua 106,8 persen. (Ant)

Lihat juga...