Penjualan Piza Tuna di Larantuka Menjanjikan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LARANTUKA — Produksi ikan tuna di Flores Timur, NusaTenggara Timur (NTT) tergolong besar dan hasil tangkapan dijual pedagang di pasar tradisional di Kota Larantuka dengan harga murah namun belum banyak yang melirik bisnis berbahan ikan tuna.

Penjual aneka makanan berbahan ikan di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, Lusiana da Gomez saat ditemui di tempat kerjanya di Kelurahan Lokea, Sabtu (15/5/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Saya mencoba mengolah ikan tuna menjadi aneka masakan seperti sate, bakso, risol dan piza tuna dan banyak yang membelinya,” kata Lusiana da Gomez, pedagang makanan di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT saat dihubungi, Sabtu (5/6/2021).

Gomez menyebutkan, aneka makanan berbahan ikan tersebut sebelum diolah dipasarkan dahulu melalui media sosial dan apabila ada pesanan baru dirinya memasaknya.

Ia mengaku selalu menjual piza ikan tuna dan piza ayamnya dengan harga yan murah dan mendapatkan respon bagus dari warga di Kabupaten Flores Timur maupun Sikka.

“Saya sering mendapatkan pesanan piza tuna dari warga di Kota Maumere. Selain harganya murah, porsinya pun bisa dimakan satu keluarga dan dijamin rasanya lezat,” ucapnya.

Gomes menyebutkan, satu porsi ikan tuna dijual dengan harga Rp30 ribu per kotak sementara piza berbahan daging ayam dijualnya dengan harga Rp35 ribu per kotak.

Lanjutnya, banyak pedagang yang mengajaknya bekerjasama menjual piza olahannya namun dirinya tidak bersedia dan memilih memasarkan sendiri masakan kreasinya tersebut.

“Banyak yang datang mengajak bekerjasama membuat bisnis kuliner berbahan ikan namun saya menolaknya. Ada juga yang meminta belajar mengenai cara pengolahannya namun saya tetap menolak,” ungkapnya.

Menurut Gomez, potensi ikan yang banyak terdapat di Kabupaten Flores Timur harusnya dimanfaatkan dengan cara diolah menjadi aneka kuliner dan dijual.

Ia menyarankan agar anak-anak muda belajar mengenai kuliner di sekolah kejuruan dan bisa kembali ke kampung halaman menerapkan ilmunya lewat berbisnis kuliner.

“Saya saya dalam sehari bisa menjual minimal 5 porsi piza tuna dan keuntungannya lumayan. Prospek masakan berbahan ikan sangat besar sehingga harus dimanfatkan peluang usaha ini,” pesannya.

Sementara itu Maci Diaz warga Kelurahan Loke, Kota Larantuka mengatakan, banyak anak-anak muda di Kota Larantuka belum melirik usaha kuliner terutama makanan berbahan ikan.

Maci mengakui, banyak warung makan di Kota Larantuka yang menjajakan masakan dari ikan namun belum ada yang mengolahnya secara spesial sehingga disukai pembeli.

“Piza ikan merupakan menu makanan berbahan ikan yang memang tidak ditawarkan rumah makan atau restoran di Kota Larantuka, karena hanya orang-orang tertentu yang mampu mengolahnya sehingga penjualannya pun lumayan,” ucapnya.

Lihat juga...