Pentingnya Asuransi Ternak bagi Usaha Peternakan Sapi dan Kerbau

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Kematian, kecelakaan, kehilangan atau pencurian, bencana alam, wabah penyakit dan fluktuasi harga, menjadi faktor risiko yang dihadapi peternak sapi atau kerbau.

Jika hal tersebut terjadi, bisa dipastikan para peternak akan mengalami kerugian, termasuk terjadinya gangguan pada sistem usaha budidaya ternak dan berkurangnya produksi ternak. Untuk itu perlu diantisipasi, salah satunya melalui Asuransi Usaha Ternak Sapi-Kerbau (AUTS-K).

“Usaha peternakan secara umum memiliki berbagai risiko, yang belum dapat dimitigasi dengan baik, untuk itu sesuai dengan UU Nomor 19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani (UUP-3), pemerintah berkewajiban untuk melindungi usaha tani yang dilakukan oleh petani/peternak dari kerugian akibat gagal panen atau produksi,” papar Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur di Semarang, Senin (21/6/2021).

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur di Semarang, Senin (21/6/2021). Foto: Arixc Ardana

Perlindungan tersebut, lanjutnya, diterapkan melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), untuk sektor pertanian khususnya padi, sementara untuk ternak melalui AUTS-K.

“Perlindungan ini, bisa meng-cover kerugian peternak hingga Rp 10 juta per ekor, sementara untuk preminya 80 persen disubsidi pemerintah, sisanya dibayar secara mandiri oleh peternak,” lanjutnya.

Perhitungannya, premi AUTS-K sebesar 2 % dari harga pertanggungan sebesar Rp 10 juta per ekor yakni sebesar Rp 200 ribu per ekor per tahun.

Besaran bantuan premi (subsidi) dari pemerintah sebesar 80 % atau Rp 160 ribu, sementara sisanya sebesar 20 % atau Rp 40 ribu merupakan swadaya dari peternak.

“Saya kira, nilai yang ditanggung peternak ini relatif tidak memberatkan, sebab jangka waktu perlindungannya selama satu tahun. Kalau dihitung per bulan, peternak hanya membayar kurang dari Rp 5 ribu,” lanjutnya.

Di satu sisi, untuk bisa mendapat perlindungan AUTS-K tersebut, ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh hewan ternak, yang akan diasuransikan.

“Ada persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya kerbau atau sapi indukan (betina-red) dengan umur minimal 1 tahun, dalam kondisi sehat, memiliki penandaan atau identitas yang jelas bisa berupa eartag,” tambah Kepala Seksi Produksi Peternakan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dispertan Kota Semarang, Harmawati.

Tidak hanya itu, peternak yang mengajukan asuransi AUTS-K tersebut juga harus bergabung dalam kelompok ternak dan berskala usaha rakyat.

“Program AUTP-K ini telah kita sosialisasikan kepada para peternak di Kota Semarang, baik melalui kegiatan sosialisasi atau pun melalui petugas penyuluh lapangan (PPL), yang tersebar di 17 Kecamatan di Kota Semarang,” tambahnya.

Harmawati menambahkan untuk mengajukan asuransi tersebut, peternak bisa menghubungi PPL di masing-masing kecamatan.

“Nanti akan ada petugas yang melakukan survei lapangan, untuk mengecek langsung kondisi ternak. Jika sudah disetujui, peternak diminta membayarkan premi ke bank atau lewat ATM, selanjutnya polis asuransi akan diserahkan,” tandasnya.

Melalui AUTS-K tersebut hewan ternak sapi-kerbau akan di-cover kerugiannya, jika mengalami kematian akibat penyakit, kecelakaan atau beranak, serta hilang dicuri.

Terpisah, salah seorang peternak sapi di wilayah Tembalang Semarang, Kusdi, mengaku saat ini dirinya belum mengikutsertakan sapi miliknya, pada program asuransi tersebut.

“Saya belum tahu infonya kalau ada asuransi ternak, nanti coba saya tanya ke teman-teman yang lain. Jika memang benar ada, ya tertarik untuk ikut, bayarnya juga tidak mahal,” terangnya.

Diakui selama beternak sapi, kurang lebih 10 tahun, sudah dua kali dirinya mengalami kerugian akibat ternak mati.

“Ya, saya sebagai peternak berharap tidak ada bencana atau penyakit yang bisa menyebabkan kematian ternak. Jika ada asuransi, ya senang-senang saja, setidaknya bisa mengurangi kerugian daripada tidak ikut asuransi sama sekali,” tandasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng 2020, jumlah ternak di Kota Semarang, untuk sapi perah sebanyak 2.072 ekor, sapi potong 4.039 dan kerbau sebanyak 985 ekor.

Lihat juga...