Pentingnya Olah Raga Sepeda Santai, Kurangi Stres

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Menjaga durasi kegiatan olahraga sepeda jadi salah satu cara menjaga kebugaran.

Yuda, salah satu pecinta olahraga sepeda asal Bakauheni, Lampung Selatan menyebut memilih jenis sepeda santai. Kegiatan sepeda santai sebutnya tetap menjadi kegiatan olahraga sekaligus rekreasi. Durasi atau intensitas olahraga sepeda menurutnya diatur menyesuaikan kondisi fisik.

Salah satu pecinta olahraga sepeda santai, Yuda, melakukan kegiatan bersepeda ke sejumlah lokasi untuk menjaga kebugaran tubuh di Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat (18/6/2021) – Foto: Henk Widi

Sebagai penggemar olahraga sepeda Yuda menyebut minimal menggunakan durasi sekitar 150 menit. Rute yang digunakan sebutnya jalan jalan lengang pedesaan.

Akses jalan menuju sejumlah objek wisata pantai dan jalur perbukitan dengan jalan yang landai jadi pilihan. Kegiatan sepeda santai sebutnya tetap memperhatikan kondisi detak jantung yang memompa darah. Olahraga sepeda santai sekaligus mengurangi stres.

Pengurangan stres sebutnya memungkinkan dilakukan dengan lintasan berpemandangan unik. Pengaturan durasi saat sepeda santai dilakukan dengan berhenti pada sejumlah titik. Sebab sepeda santai bukan mengejar target waktu dan jarak. Sepeda santai yang dilakukan sebutnya minimal dengan anggota keluarga, anggota komunitas sepeda.

“Bersosialisasi dengan anggota keluarga, anggota komunitas sepeda bisa memiliki dampak positif menurunkan stres apalagi usai bekerja, durasi yang seimbang dalam bersepeda santai perlu diketahui apalagi bagi pemula agar tidak kelelahan fisik,” terang Yuda saat ditemui Cendana News, Jumat (18/6/2021).

Intensitas dan durasi olahraga sepeda santai sebutnya diatur dengan memilih sejumlah perhentian. Kegiatan olahraga sepeda santai yang dilakukan pada kawasan pedesaan sebutnya lebih aman. Ia mengaku bisa berhenti pada sejumlah spot untuk istirahat sejenak, mengatur pernapasan. Memulihkan kondisi denyut jantung dilakukan memakai aplikasi tersemat di smartphone.

Sejumlah rute yang digunakan untuk olahraga sepeda santai jadi pendukung kesehatan pernapasan. Kondisi rute jalan pedesaan, perkebunan hingga pantai menghindarkannya dari polusi udara yang tidak sehat.

Olahraga yang dikombinasikan dengan rekreasi sebutnya juga tetap memperhitungkan keselamatan. Peralatan keselamatan berupa helm, pelindung siku, lutut mutlak dikenakan.

“Jangan sampai imbas olahraga sepeda santai justru cedera termasuk memakai sarung tangan dan kacamata, masker pelindung debu,” ulasnya.

Olahraga sepeda santai yang sempat tren sebutnya mulai menurun sejak awal 2021. Ia menyebut menurunnya harga jual di sejumlah toko sepeda ikut berdampak positif bagi pecinta olahraga sepeda.

Sebagian warga yang semula tidak mampu membeli sepeda yang mahal mulai bisa memilikinya. Nurdin, salah satu penyuka olahraga sepeda di Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan menyebut bisa membelikan sepeda untuk sang anak.

“Olahraga sepeda bagi yang rutin melakukan bertujuan untuk kesehatan bukan sekedar tren bahkan gaya,” ulasnya.

Terjangkaunya harga sepeda dari semula di atas Rp2 juta kini menjadi kisaran Rp1 juta memudahkan kegiatan olahraga sepeda.

Ia menyebut tetap rutin mengajak anak olahraga sepeda dengan durasi yang teratur. Komunikasi dengan anak saat lelah mengayuh sepeda penting dilakukan. Sebab kekuatan fisik anak anak berbeda dengan orang dewasa. Sepeda santai jadi alternatif mengajak anak bisa tetap olahraga sepeda.

Meski tren sepeda meredup, olahraga sepeda bagi anak di pedesaan justru bergeliat. Wisnu, salah satu anak di Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan dibelikan sang ayah sepeda santai untuk olahraga.

Sebelumnya sepeda bisa digunakan olehnya untuk berangkat ke sekolah. Namun selama belajar online, sepeda hanya digunakan untuk sepeda santai di jalan desa. Ia bahkan memilih olahraga sepeda santai di lapangan terbuka agar menghindari kendaraan bermotor.

Lihat juga...