Pentingnya Pemanasan Sebelum Olahraga Sepeda

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Olahraga sepeda kian diminati saat pandemi covid-19, termasuk di Kota Semarang. Hal ini terbukti, dengan semakin banyaknya anggota komunitas sepeda, hingga masyarakat umum yang wara-wiri gowes dengan sepeda kesayangan mereka.

Di lain sisi, layaknya jenis olahraga lainnya, sebelum bersepeda, juga perlu pemanasan. Hal ini penting, untuk mempersiapkan, sekaligus melindungi tubuh dari dari cedera.

“Olahraga sepeda ini, membutuhkan bantuan kerja otot yang cukup banyak. Apapun model atau jenis sepedanya. Tentu butuh perlu pemanasan terlebih dulu, sebelum menjalankan olahraga tersebut,” papar dosen prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) UPGRIS, Ibnu Fatkhu Royana, saat ditemui di kampus tersebut, Jumat (11/6/2021).

Dipaparkan, jika tidak melakukan gerakan pemanasan sebelum bersepeda, akan sangat mungkin mengalami beberapa masalah otot, seperti kram pada kaki atau bagian tubuh lainnya.

“Gerakan pemanasan sebelum bersepeda, sebenarnya cukup mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama, namun masih sering dilewatkan oleh banyak orang. Untuk itu, mari lakukan pemanasan terlebih dulu, agar terhindar dari cedera otot,” tandasnya.

Dosen prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) UPGRIS, Ibnu Fatkhu Royana, saat ditemui di kampus tersebut, Jumat (11/6/2021). -Foto Arixc Ardana

Ibnu menjelaskan, untuk gerakan pemanasan bisa diawali dengan peregangan pada bahu, lengan dan jemari. “Caranya dengan mengayunkan kedua tangan ke atas, bawah dan samping kanan kiri. Gerakan ini secara otomatis juga akan menarik gerak bahu,” terangnya.

Kemudian diikuti peregangan pada kaki dan pinggul. Hal ini akan berguna dalam menjaga otot flexor pinggul yang menegang ,dikarenakan gerakan mengayuh pedal sepeda.

“Caranya, kaki diayunkan arah depan-belakang dan samping kanan-kiri. Selain itu juga bisa dengan menekuk satu kaki ke arah perut, sembari menjaga keseimbangan. Ini bagus untuk pemanasan bagi pinggang dan otot pada semua sendi gerak,” terangnya.

Selain itu, pemanasan pada otot kaki bagian paha dan betis, juga perlu dilakukan mengingat otot tersebut yang akan bekerja keras untuk mengayuh sepeda. “Jika kurang pemanasan, bagian betis ini yang sering mengalami kram, karena terlalu dipaksa untuk mengayuh sepeda,” tambahnya.

Pemanasan dengan durasi yang lebih lama juga diperlukan, jika menggunakan sepeda balap atau road bike, dibandingkan sepeda lipat pada umumnya. Termasuk lebih lengkap mulai dari bagian kepala, tangan, hingga kaki.

“Selain itu, ada hal-hal di luar pemanasan bagi masyarakat yang ingin bersepeda. Misalnya, mau bersepeda di pagi hari, pastikan pada malamnya kita tidur cukup, jangan begadang. Kemudian, jika jarak tempuhnya menengah ke atas, atau diatas 10 kilometer, siapkan bekal minum dan roti,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, pesepeda juga harus bisa memahami kondisi dan stamina tubuh masing-masing. Jika dada terasa sesak, nafas terengah-engah, bahkan lebih parah lagi, pandangan mata mulai kabur, segera hentikan aktivitas olahraga.

“Jangan dipaksakan. Kita bisa mengukur kondisi tubuh sendiri, sebab sudah banyak kasus pesepeda meninggal di jalan karena penyakit jantung, itu karena dipaksa. Kalau sudah tidak kuat, berhenti, minum, istirahat atur nafas. Kalau masih kuat bisa dilanjutkan, kalau tidak ya berhenti. Minta pertolongan, agar bisa segera dibantu,” tandas anggota komunitas sepeda Bike To Work Indonesia Semarang tersebut.

Hal senada juga disampaikan penggemar olahraga bersepeda lainnya, Anggri Windasari. Dirinya mengaku dengan bersepeda, dirinya tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, namun juga bisa berkeliling ke berbagai sudut Kota Semarang.

“Kalau saya lebih memilih trek yang bervariatif, ada turunan dan tanjakan, seperti rute di Jembatan Sikatak Tembalang, menuju arah Ungaran melewati Vihara Buddhagaya Watugong. Jalurnya cukup menantang, karena variatif tanjakan,” paparnya.

Dengan menggunakan sepeda jenis road bike, dirinya mengaku dituntut untuk memiliki stamina yang bagus agar bisa melalui rute yang sudah ditentukan. “Termasuk juga pentingnya pemanasan sebelum bersepeda. Ini penting agar tubuh siap, otot tidak kram, apalagi jalur road bike bervariatif,” terangnya.

Selain pemanasan, Anggri juga selalu menyempatkan diri mengkonsumsi makanan terlebih dulu. “Kalau misalnya pagi hari, saya pasti sarapan terlebih dulu, tapi tentunya tidak dengan makan nasi, karena nanti perut bisa terasa penuh. Cukup dengan minum susu, sereal atau buah-buahan,” terangnya.

Hal ini perlu  sebab dengan mengisi perut sebelum berangkat bersepeda, tubuh akan memiliki energi yang cukup untuk menunjang aktivitas olahraga tersebut.

Lihat juga...