Penularan COVID-19 di Kota Semarang Meningkat, Uji Coba Terbatas PTM Tahap III Tetap Dilakukan

Editor: Maha Deva

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Hari Waluyo, disela ground breaking pembangunan Sekolah Citra Kasih di Semarang, Minggu (5/6/2021). Foto Arixc Ardana

SEMARANG – Uji coba terbatas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Semarang, untuk jenjang SD-SMP tetap akan dilakukan, meski saat ini ada kenaikan angka penularan COVID-19.

“Sejauh ini rencana uji coba terbatas PTM tahap III, yang akan dilakukan pada tahun ajaran baru, 12 Juli 2021 mendatang, tetap akan dilaksanakan. Siswa hanya masuk selama dua hari, dari satu minggu. Sembari berharap angka COVID-19 bisa terus menurun,” papar Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Hari Waluyo, di Semarang, Minggu (5/6/2021).

Keputusan tersebut diambil, karena selama uji coba terbatas tahap I pada 5-16 April 2021, kemudian dilanjutkan tahap kedua pada 26 April -7 Mei 2021, semuanya berjalan dengan baik. “Tidak ada kendala berarti sejak awal pelaksanaan hingga akhir. Harapannya, tentu saja pada tahap ketiga, yakni 12 Juli 2021 sampai September 2021 nanti, juga berjalan dengan baik,” paparnya.

Untuk uji coba tahap III, akan diikuti oleh seluruh sekolah negeri, untuk jenjang SD dan SMP, yang ada di Kota Semarang. Selain itu, juga ada sejumlah sekolah swasta, yang mengajukan diri untuk ikut serta. “Syarat uji coba terbatas PTM ini, selain harus memiliki sarana prasarana dalam penerapan protokol kesehatan, minimal 90 persen guru di sekolah tersebut harus sudah divaksin COVID-19. Untuk di sekolah negeri di kota Semarang, sudah lebih 95 persen, karena memang menjadi salah satu prioritas. Tidak 100 persen, karena memang ada yang tidak bisa, misalnya sedang hamil, menyusui, atau tidak diperbolehkan secara medis,” terangnya.

Sementara untuk di sekolah swasta masih di angka 85 persen. Namun demikian, Dinas Pendidikan optimistis, seluruh guru di Kota Semarang sudah bisa divaksin, sebelum tahun ajaran baru berlangsung. “Pelaksanaan uji coba terbatas ini, juga diikuti maksimal 50 persen dari kapasitas kelas. Misalnya satu kelas 32 orang, jadi yang ikut PTM ini hanya 16 orang, sisanya dilakukan secara daring dalam waktu yang bersamaan. Jadi istilahnya blended learning, harapannya guru tidak perlu mengajar dua kali sehingga pembelajaran-pun bisa optimal,” tandasnya.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Rahayu, menyampaikan hal senada. “Kita saat ini memang masih melihat perkembangan situasi yang ada, sembari berharap angka COVID-19 di Kota Semarang juga terus menurun, setelah pasca-lebaran kemarin ada peningkatan,” terangnya.

Wawali menilai, kebutuhan uji coba terbatas PTM penting dilakukan, untuk mengasah kembali karakter siswa. “Kita berharap uji coba tahap tiga nanti tetap bisa terlaksana. Masing-masing sekolah peserta juga sudah memiliki satuan gugus tugas COVID-19, yang akan mengawasi pelaksanaan uji coba tersebut,” pungkasnya.

Lihat juga...