Perajin Tahu di Ngawi Mengeluh, Harga Kedelai Mahal

Murjoko mengaku tidak mendapat untung yang layak jika harga bahan baku kedelai telah mencapai Rp12.000 per kilogram. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, usahanya dipastikan akan gulung tikar.

Menurut dia, di lingkungannya di Kecamatan Paron dulunya ada sebanyak 10 industri kecil pembuatan tahu, namun saat ini hanya tinggal empat perajin saja yang masih bertahan.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, mengatakan tingginya harga kedelai di pasaran disebabkan dampak dari petani yang mulai kurang tertarik menanam kedelai.

“Kondisi itu membuat kita memiliki ketergantungan pada kedelai impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sisi lain, pandemi sempat membuat semua komoditas impor mengalami kelangkaan sehingga harga terus naik,” kata Bupati Ony.

Pihaknya meminta petani Ngawi yang biasa menanam kedelai, kembali menanam komoditas tersebut sehingga nanti, hasilnya bisa dimaksimalkan.

Para perajin tahu dan tempe berharap pemerintah segera melakukan langkah untuk menurunkan harga kedelai, sebab jika kondisi tersebut berlanjut, mereka takut usahanya akan tutup. (Ant)

Lihat juga...