Peran Posyandu Penting dalam Penanganan Stunting

PALU – Wakil Wali Kota Palu, Reny A Lamadjido, mengatakan Posyandu penting terlibat sebagai bagian dari upaya penanganan kekerdilan anak atau stunting di Palu, Sulawesi Tengah.

“Tahun 2022 Palu akan menjadi salah satu daerah di Sulteng sebagai lokus pencegahan dan pengendalian kasus stunting,” ujar Wakil Wali Kota Palu, Reny A Lamadjido, di Palu, Selasa (1/6/2021).

Menurut dia, Posyandu memiliki peran strategis dalam upaya menekan kasus kekerdilan anak, karena mereka bersentuhan langsung dengan bayi dan balita.

Karena itu, keberadaan dan kegiatan Posyandu perlu diporsikan lebih dan Dinas Kesehatan sebagai leading sektor harus berkolaborasi, dengan melibatkan Puskesmas di masing-masing kelurahan, karena selama ini kegiatan tersebut cenderung tidak berjalan efektif.

“Saya melihat Posyandu di Kota Palu mati suri. Olehnya saya harapkan wujudkan dan tingkatkan kembali tentang Posyandu, karena hal ini penting dalam penanganan stunting nanti,” ucap Reny.

Ia menilai, pemahaman tentang Posyandu hanya sekadar timbang-menimbang anak keliru, padahal esensi kegiatan itu sebagai wadah dalam rangka memelihara kesehatan yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat dengan bimbingan kader.

Tujuannya untuk mengurangi risiko dan menekan angka kematian ibu (AKI) di waktu persalinan dan pascapersalinan atau nifas, mengurangi angka kematian bayi (AKB).

“Berfungsi sebagai wahana gerakan reproduksi keluarga sejahtera, gerakan ketahanan keluarga dan gerakan ekonomi keluarga sejahtera, termasuk upaya pencegahan maupun menekan angka stunting,” papar Reny.

Ia menambahkan, penanganan stunting merupakan salah satu program prioritas nasional, lalu diadopsi masing-masing daerah yang menjadi lokus penanganannya.

Sehingga, dalam rangka menghadapi program tersebut di tahun depan, maka kader Posyandu harus diberdayakan, termasuk mengaktifkan kembali kegiatan tersebut.

“Saat ini lembaga Wahana Visi Indonesia (WVI) sudah ikut terlibat dalam posyandu. Mereka mengembangkan teknologi metode pencatatan bayi dan balita menggunakan sistem digital di masing-masing wilayah sasaran,” ujarnya.

Bagi kelurahan yang tidak menjadi sasaran dari program WVI, katanya, akan diintervensi Pemkot Palu sehingga program sektor kesehatan ini berkesinambungan, karena pemerintah membutuhkan partisipasi semua pihak dalam penanganan stunting.

“Para kader juga memiliki kewajiban menyosialisasikan stunting, kemudian mengatur manajemen Posyandu dan serta menjalankan tugas-tugas pokok,” tambahnya. (Ant)

Lihat juga...