Perkembangan Zaman, Reformasi Kurikulum adalah Keharusan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

“Jadi, jangan karena ada program penggerak, lalu kurikulum juga berubah. Kurikulum tidak mengikuti program, tapi mengikuti perkembangan eksternal dan internal,” tutur Dudung.

Dudung menyatakan, tidak ada perubahan pada struktur kurikulum saat ini, dari Kurikulum 2013.

“Sama saja. Hanya berbeda bungkusnya. Dan yang membuat saya tidak mau membaca lebih jauh adalah karena prinsip pengembangan kurikulum itu harus dilakukan oleh seluruh pemangku pendidikan di Indonesia, dan bermakna untuk kepentingan bangsa,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa saat ada reformasi kurikulum yang dilakukan oleh Kemendikbudristek, PGRI sama sekali tidak tahu. Begitu pula tak ada naskah dan kajian akademik.

“Drafnya saja tidak pernah dengar, tim pengembang juga tidak boleh mengeluarkan statemen apa pun. Katanya pembelajaran abad 21. Tapi faktanya, masih sama dengan kurikulum 2013. Jadi sama saja ini membuang uang negara untuk pembiayaan selama 9 bulan, membiayai pelatihan tim ahli, dan fasilitator. Sementara 1 juta guru honorer masih menerima gaji rendah,” tandasnya.

Kepala Sekolah Penggerak, SMA Katolik Yos Sudarso Batam, Christina Sumiyati, menjelaskan, dalam kurikulum baru yang dikeluarkan Kemendikbudristek, yaitu Sekolah Penggerak, tidak ada lagi peminatan di kelas 10.

Kepala Sekolah Penggerak, SMA Katolik Yos Sudarso Batam, Christina Sumiyati, menyampaikan perubahan dalam Kurikulum Sekolah Penggerak, di acara diskusi online Kurikulum Sekolah Penggerak, Kamis (24/6/2021) – Foto: Ranny Supusepa

“Tapi anak-anak hanya mendapatkan pendampingan untuk mempersiapkan pemilihan peminatan yang akan dilakukan di kelas 11. Jadi kurikulum yang diberikan sama seperti yang diterima peserta didik di SMP,” kata Sumiyati dalam kesempatan yang sama.

Lihat juga...