Pertamina Perkuat UMKM Lewat Program PPUMK

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Di tengah pandemi Covid-19, permodalan menjadi kebutuhan vital bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Di satu sisi, masih banyak usaha yang belum mendapat akses perbankan dalam memenuhi kebutuhan modal tersebut.

“Menyikapi kondisi tersebut, PT Pertamina menawarkan skema mitra binaan sebagai upaya meningkatkan kemampuan usaha kecil, agar menjadi tangguh dan mandiri. Program ini dilakukan dengan menyalurkan dana pinjaman, pendampingan, serta pembinaan usaha,” papar Unit Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR)Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah (JBT), Brasto Galih Nugroho, secara daring di Semarang, Selasa (29/6/2021).

Dipaparkan, kemitraan tersebut merupakan bagian dari Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PPUMK) yang tercantum dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) No. 5/MBU/4/2021, tentang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.

Unit Manajer CSR Pertamina Pemasaran Regional JBT, Brasto Galih Nugroho, secara daring di Semarang, Selasa (29/6/2021). –Foto: Arixc Ardana

“Nilai penyaluran PPUMK tersebut bisa mencapai Rp250 juta dengan tenor maksimal tiga tahun, dengan jasa administrasi atau marjin syariah setara jasa administrasi sebesar 6 persen per tahun saldo, menurun dari saldo pinjaman awal,” tambahnya.

Dijelaskan, untuk bisa mendapat permodalan dari program tersebut, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya, UMKM tersebut nonbankable atau belum mendapat akses perbankan, berdiri sendiri dan bukan anak perusahaan, tidak menjadi mitra binaan program PPUMK dari BUMN lain, serta memiliki potensi dan prospek usaha.

“Cara pendaftarannya dan simulasi pinjaman bisa diakses di laman Pertamina atau menghubungi contact center 135, untuk mengetahui informasi lengkap dan bisa bertanya secara lebih lanjut,” terangnya.

Tercatat dalam tiga tahun terakhir sudah ada sedikitnya 1.200 pelaku usaha kecil dan mikro di provinsi Jawa Tengah dan DIY yang merupakan mitra binaan Pertamina, dengan total nilai pendanaan mencapai lebih dari Rp75 miliar dalam rentang waktu 2019-2021.

Terpisah, salah satu pelaku UMKM mitra binaan PT Pertamina, Farid Maftuchin, memaparkan dirinya terbantu dari segi permodalan untuk mengembangkan usaha bandeng presto yang dirintisnya.

“Alhamdulillah, meski saat ini masih pandemi Covid-19, namun usaha bandeng presto saya masih bisa tetap berkembang. Bantuan permodalan hingga pendampingan yang dilakukan PT Pertamina bisa membantu usaha ini untuk terus bertahan dan berkembang,” terangnya, saat dihubungi, Selasa (29/6/2021).

Dipaparkan, usaha tersebut tidak hanya dalam bentuk badeng, namun juga produk olahannya, seperti otak-otak bandeng, pepes, hingga dendeng cabut duri. Selain itu, untuk harga juga masih terjangkau, mulai Rp10 ribu per ekor hingga Rp75 ribu per kilogram untuk bandeng presto.

“Usaha ini sudah dimulai sejak 2016 lalu. Selain untuk mencukupi kebutuhan pasar di wilayah Kendal dan sekitarnya, juga saya kirim ke Purwokerto hingga Yogyakarta. Per bulan rata-rata bisa memproduksi sekitar 20 ribu – 25 ribu pic bandeng presto,” pungkas pemilik usaha bandeng presto UD Farhan tersebut.

Lihat juga...