Petani di Jember Lirik Kotoran Ternak Sapi sebagai Pupuk

Editor: Makmun Hidayat

JEMBER — Penggunaan pupuk organik di Jember, Jawa Timur, semakin diminati petani di tengah keadaan harga pupuk subsidi masih meningkat. Di antaranya kotoran ternak sapi menjadi pilihan untuk lahan pertanian.

Febri, pemilik lahan pertanian mengatakan, sulitnya mendapatkan pupuk subsidi membuatnya mengambil langkah kembali memanfaatkan kotoran ternak sapi. Penggunaan kotoran ternak jauh lebih mudah untuk didapatkan.

“Memanfaatkan kembali kotoran ternak sebagai pupuk organik disebabkan ketersediaan pupuk subsidi semakin sulit. Minimnya ketersediaan, mengakibatkan hasil dari produksi padi tidak begitu produktif pada saat waktunya panen,” ujar Febri kepada Cendana News, di wilayah Kelurahan Jelbuk, Kecamatan Jelbuk, Jember, Senin (14/6/2021).

Dampak dari keterbatasan persediaan pupuk subsidi berpengaruh terhadap proses produksi tanaman padi. Febri menyebutkan, sebelumnya proses pemupukan dilakukan secara berkala dengan takaran yang berkurang.

“Perkiraan saya sendiri pada saat proses pengelolaan padi, takaran pemupukan tidak sama yakni berkurang, harapannya untuk kebutuhan pemupukan selanjutnya tidak kekurangan bahan pupuk. Seperti penggunaan pupuk POC, lebih mengutamakan untuk berhemat. Namun produksi yang dihasilkan tidak maksimal,” ucapnya.

Dampak menurunnya hasil produksi padi, Febri mengaku mengalami kerugian. Sebab hasil panen masih lebih tinggi biaya perawatan selama pengelolaan masa produksi tanaman padi miliknya.

Secara bertahap, Febri mengatakan mulai tertarik untuk menggunakan kotoran ternak sapi sebagai kebutuhan pupuk.

“Sejatinya banyak kotoran sapi yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Potensi kebermanfaatannya cukup besar untuk tanah sawah dan produksi padi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pengelolaan menggunakan kotoran sapi cukup mudah. Pada saat proses penanaman padi berikutnya, sebelum dilakukan pembajakan tanah, perlu beberapa hari untuk diberi kotoran ternak sapi sembari dengan memberikan aliran air. Berikutnya yakni proses pembajakan tanah.

Menurut Febri, dalam penggunaan pupuk organik mampu membuat tanah menjadi subur. Sedangkan untuk produksi biji padi juga mampu tumbuh secara maksimal.

“Kendala dalam penggunaan pupuk organik yakni banyaknya rumput liar yang juga ikut tumbuh. Jadi memerlukan waktu untuk membersihkan pertumbuhan rumput di sela-sela tanaman padi,” jelasnya.

Prianto, seorang petani, mengatakan penggunaan pupuk organik mampu menghasilkan produksi pertumbuhan padi yang maksimal. Namun selama ini masih belum banyak diminati petani.

“Anggap saja keadaan saat ini sulitnya mendapatkan pupuk subsidi menjadi cikal bakal petani kembali memanfaatkan kotoran ternak sebagai kebutuhan pupuk organik. Bahannya mudah untuk didapatkan, namun hanya membutuhkan waktu yang cukup lama pada saat proses pengelolaan padi sampai panen,” ucapnya.

Lihat juga...