Petani di Sikka Perlu Batasi Penggunaan Pestisida

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Meningkatnya pembukaan lahan pertanian untuk menanam hortikultura secara besar-besaran di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak terhadap penggunaan pupuk kimia dan pestisida secara berlebihan oleh petani.

“Petani harus membatasi penggunaan pestisida kimia dalam pemberantasan hama. Pemakaiaan pestisida secara berlebihan akan mencemari lingkungan,” tegas Direktur Wahana Tani Mandiri (WTM), Carolus Winfridus Keupung saat ditemui di kantornya, Rabu (2/6/2021).

Win sapaannya menjelaskan, sifat pestisida beracun dan residunya akan bertahan lama dan sulit terurai sehingga residu yang dihasilkan tersebut akan menyebabkan pencemaran lingkungan.

Direktur WTM, Carolus Winfridus Keupung saat ditemui di kantornya, Rabu (2/6/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Dia menyebutkan, pencemaran lingkungan pun kian menyebar saat residu pestisida terbawa angin, melalui tanah dan air sehingga penggunaan pestisida oleh petani harus sesuai dosis.

“Penggunaan pestisida secara berlebihan diakibatkan oleh minimnya pengetahuan petani mengenai dampak yang ditimbulkan dari penggunaan pestisida baik langsung maupun tidak langsung,” ujarnya.

Win menjelaskan, pestisida kimia biasanya digunakan petani untuk memberantas hama, penyakit dan gulma yang ada di lahan pertanian mereka terutama tanaman hortikultura seperti sayuran.

Penggunaan pestisida kimia yang berlebihan, sebutnya, akan mengakibatkan resurgensi atau meningkatnya populasi hama itu sendiri serta timbulnya hama sekunder.

“ Hama atau penyakit pun akan semakin resisten atau kebal terhadap racun dari pestisida.Ini yang membuat petani selalu menambah dosisnya karena dengan dosis biasa,hama tidak akan mati,” ucapnya.

Win menambahkan, dampak terhadap penggunaan pestisida berlebihan akan menyebabkan racun pada tubuh manusia yang bekerja di lahan pertanian dan yang mengonsumi sayuran tersebut.

Hal senada juga disampaikan Febrianus Mado dari Yayasan Bina Tani Sejahtera yang selalu mendampingi kelompok tani hortikultura di berbagai wilayah di Provinsi NTT.

Menurut Febri sapaannya, dalam survei yang dilakukan oleh pihaknya di Desa Nitakloang, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, penggunaan pestisida oleh petani sangat luar biasa.

“Ini yang harus mulai kita bedah pelan-pelan. Bila penggunaan pestisida melebihi ambang batas maka hama akan kebal terhadap pestisida dan ini akan sangat berbahaya,” ucapnya.

Febri mengharapkan agar petani hortikultura di Kabupaten Sikka harus memperhatikan takaran dalam penggunaan pupuk dan pestisida kimia agar tidak menimbulkan permasalahan dan membuat petani merugi atau gagal panen.

Lihat juga...