PGRI Apresiasi Kuota PPPK Guru di Tingkat Pemprov Jateng

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jateng, mengapresiasi jumlah kuota yang disediakan bagi guru, melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), pada seleksi Calon Aparatur Sipil  Negara (CASN) Jateng 2021.

Tercatat, Pemprov Jateng mendapat alokasi sebanyak  11.648 lowongan, pada CASN tahun 2021. Dari angka tersebut sebanyak 10.819 lowongan diperuntukkan bagi tenaga guru dengan skema PPPK, sementara sisanya PPK tenaga kesehatan 525 lowongan, PPPK tenaga teknis sejumlah tiga orang dan lowongan CPNS sebanyak 301 orang.

“Kita apresiasi langkah Pemprov Jateng, yang mengajukan kuota cukup tinggi untuk guru, melalui skema PPPK pada penerimaan CASN 2021. Ini seiring dengan upaya kita bersama, untuk mencukupi kebutuhan guru, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka. Seperti kita ketahui, saat ini masih ada guru honorer yang digaji dibawah UMR,” papar Ketua PGRI Jateng, Dr Muhdi SH MHum, saat dihubungi di Semarang, Kamis (3/6/2021).

Dipaparkan, melalui skema PPPK tersebut, diharapkan menjadi solusi dalam mengatasi persoalan kekurangan guru, sekaligus kesejahteraan guru honorer. Termasuk juga bagi mereka yang sudah berusia di atas 35 tahun, sebab mereka sudah tidak bisa lagi mendaftar guru melalui jalur seleksi CPNS karena terganjal aturan usia.

Muhdi pun mendorong agar pengalaman atau jam kerja para guru honorer tersebut juga menjadi pertimbangan, dalam perekrutan PPPK, jadi tidak murni hanya dari  hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

“Dengan adanya PPPK tersebut, nasib atau kesejahteraan guru dapat meningkat. Hal tersebut penting, sebab guru bertugas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, mendidik para generasi penerus bangsa, sehingga kesejahteraan mereka juga harus diperhatikan,” tandasnya.

Pihaknya berharap tingginya kuota skema PPPK Guru di tingkat provinsi, juga terjadi di tingkat kabupaten kota. Untuk provinsi, penerimaan guru tersebut diperuntukkan bagi guru SMA, SMK dan SLB, sementara di tingkat kabupaten/kota untuk jenjang PAUD, TK, SD dan SMP.

Terpisah, hal senada juga disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng, Wisnu Zaroh. Dipaparkan skema PPPK untuk guru menjadi yang terbesar dalam seleksi CASN Jateng 2021.

“Berbeda dengan seleksi CPNS, yang menetapkan batasan usia maksimal 35 tahun, untuk skema PPPK, tidak ada batasan umur, sehingga calon peserta yakni para guru honorer dengan usia diatas 35 tahun bisa mengikuti. Bahkan, yang berusia kurang dari 59 tahun pun, masih boleh mendaftar, karena umur 60 tahun pensiun,” terangnya.

Dalam seleksi PPPK, juga diberikan kemudahan dengan peniadaan uji Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), para peserta PPPK hanya akan mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Meski demikian, dalam perekrutan PPPK tetap memperhatikan sistem merit berupa kualifikasi kinerja, kompetensi dan prinsip keadilan.

Semua tahapan, mulai dari pendaftaran hingga pelaksanaan ujian dan pemberkasan dilakukan online.

“Mereka yang ikut dalam seleksi PPPK ini, juga para profesional yang telah mempunyai kemampuan kerja sebelumnya. Artinya jika itu untuk guru, maka ini diperuntukkan bagi guru honorer yang saat ini masih mengajar. Jadi bukan baru lulus atau fresh graduate. Persyaratannya, minimal sudah tiga tahun sudah bekerja di bidangnya dan dibuktikan dengan pernyataan dari pimpinan bersangkutan,” tandas Wisnu.

Lihat juga...