Ponpes Al Iman Gelar Doa Bersama Kenang Presiden Soeharto

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PONOROGO – Ratusan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Iman Putri, Babadan, Jalan Raya Ponorogo-Madiun KM 5, Ponorogo, Jawa Timur, melakukan tahlilan dan doa bersama tepat pada peringatan 100 Tahun Pak Harto, Selasa (8/6/2021).

Kegiatan doa bersama dan tahlilan dipusatkan di Ponpes setempat, terbagi pada dua sesi usai Magrib dengan melibatkan ratusan santri putri, kemudian pada malam pukul 21.30 WIB dilanjutkan di tempat yang sama oleh Pramuka Mahir Lanjutan (KML) Kwarcab Ponorogo.

“Alhamdulillah kami baru selesai, menggelar doa bersama dan tahlilan untuk mengenang 100 Tahun Pak Harto di Ponpes Al Iman Putri Ponorogo. Sebelumnya kami membuka dengan nonton bersama profil Soeharto,” ungkap Kak H. Edi Sujarwo M.Pd.I selaku mabigus di pondok pesantren Al Iman atau pelatih Kwarcab Ponorogo, kepada Cendana News, Selasa malam

Suasana khidmat mengenang 100 Tahun Pak Harto di Ponpes Al Iman Putri, Ponorogo, Selasa (8/6/2021). Foto: Istimewa

Dikatakan pelaksanaan doa 100 Tahun Pak Harto di Ponpes Al Iman Putri Ponorogo, berjalan lancar dan khidmat dipimpin oleh pimpinan pondok pesantren Al Iman putri K.H. Imam Bajuri dan diikuti 230 santri dan para ustazah.

Sementara lanjut Edi, doa bersama pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan atau KML dipimpin oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Iman Kak H. Ahmad Dzulkarnai. Semua antusias mengikuti doa dan tahililan mengenang 100 Tahun Pak Harto, setelah melihat video.

“Sedikitnya ada 190 pembina Pramuka Ponpes Al Iman Putri Ponorogo, mengikuti doa dan tahlil dikhususkan mengenang 100 Tahun Pak Harto. Semua terkesima setelah melihat langsung video yang dikirim Cendana News,” ujarnya.

Pimpinan pondok pesantren Al Iman putri K.H Imam Bajuri di hadapan para santri putri, dalam tausiahnya menyampaikan pesan, tentang sosok teladan dan semangat perjuangan Presiden ke-2 RI HM Soeharto dalam membangun Indonesia.

“Banyak keteladanan dari kepemimpinan Pak Harto yang bisa ditiru dan diteruskan oleh generasi sekarang dalam memperjuangkan kemajuan Indonesia, terutama untuk kesejahteraan rakyat,” ujar K.H Imam Bajuri.

Salah satunya adalah soal kedisiplinan sosok presiden yang harus jadi panutan. Karena disiplin menjadi tonggak kemajuan diri dan bangsa. Ia berharap santri putri bisa mencontoh kedisiplinan sebagai bukti keteladanan dari sosok Presiden Soeharto yang bisa diterapkan dalam setiap lini.

Lihat juga...