PPDB Jenjang SD dan SMP di Bekasi Dimulai 7 Juni

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, untuk jenjang SD dan SMP dimulai pada 7 Juni 2021. Tahun ini Disdik Kota Bekasi memberi kuota cukup besar untuk jalur afirmasi.

Pendaftaran sama seperti tahun sebelumnya melalui online. Begitu pun untuk hal lain seperti jalur tetap mengacu pada empat jalur meliputi afirmasi, prestasi, jalur zonasi dan jalur perpindahan tugas orang tua dan anak guru.

“Pada dasarnya proses PPDB di Kota Bekasi 2021 tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Sama dengan tahun lalu, tetap menggunakan jalur zonasi afirmasi, perpindahan orang tua, dan prestasi, tahun ini proses pendaftaran dibuka selama sebulan dari 7 Juni-7 Juli 2021,” ungkap Inayatullah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, melalui wawancara zoom, Kamis (3/6/2021).

Dikatakan, acuan rujukan sesuai Permendikbud, dari situ diturunkan menjadi perwal dan kepwal. Proses pendaftaran bisa dikelompokkan sesuai dengan jalur yang dibuka untuk menghindari terjadinya kerumunan.

Misalnya, dibuka seminggu pertama, khusus untuk jalur perpindahan tugas orang tua (PTO), diproses lebih dulu, sampai selesai. Setelah itu jalur prestasi dilanjutkan jalur afirmasi dan terakhir jalur zonasi.

“Ini sistem yang diterapkan dalam PPDB tingkat SMA/SMK tahun lalu. Upaya itu dilakukan agar orang tua tidak kebingungan dalam mendaftarkan anak,” tegasnya berharap dipahami karena semua pendaftaran melalui online.

Namun demikian lanjut Inay, meskipun melalui online bagi orang tua siswa yang mendaftar terkendala bisa datang langsung ke sekolah yang dijadikan tempat mendaftarkan anak. Tidak lagi datang ke Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Disdik papar Inay, telah menyiapkan petugas di masing-masing sekolah SD/SMP seperti tim IT dan lainnya untuk melayani keluhan di lapangan.

“Tentunya kesiapan harus dilakukan secara matang, belajar dari pengalaman setiap tahun. Terkadang ada kendala secara teknis karena menggunakan online dan ini sudah disiapkan IT di setiap sekolah,” tegas Inay.

Dalam kesempatan itu, Inay juga menyebut bahwa jumlah siswa SD yang akan masuk ke jenjang SMP tahun ini jumlahnya cukup besar, sesaui data mencapai 45.403, sementara daya tampung SMP Negeri sesuai rombel hanya mampu 13.472. Artinya, masih banyak tersisa yang tidak bisa ditampung di sekolah negeri.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Aris Setiawan, menanggapi terkait PPDB online 2021/2022 oleh Disdik Kota Bekasi. Menurutnya, bisa melakukan persiapan secara matang agar tidak terulang seperti tahun sebelumnya.

Terkait persiapan PPDB online 2021/2022 ada beberapa hal menjadi catatan di tahun sebelumnya. Berkaca 2019-2020, pelaksanaan PPDB sebelum pandemi dan mulai pandemi. Tahun lalu terjadi kerumunan akibat semua orang tua mengurus dokumen di Disdik.

“Ada beberapa jadi catatan KPAD, terutama terkait persoalan teknis, baik dari wali murid, operator, dan lainnya termasuk instansi. Dalam hal ini seperti Disdik. Seperti kurang terkoneksi pada saat PPDB online,” ujar Aris yang biasa mengurus dokumen anak.

Lihat juga...