PPDB SMP Kota Jogja, Siswa Penyandang Disabilitas Meningkat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Jumlah siswa penyandang disabilitas yang masuk ke sekolah formal di kota Yogyakarta tahun 2021 ini tercatat jauh meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu terlihat dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP jalur afirmasi beberapa hari terakhir.

Petugas UPT Disabilitas Bidang Pendidikan dan Recource Center, Mustajab, mengatakan tahun ini Dinas Pendidikan kota Yogyakarta menyiapkan kuota sebanyak 5 persen atau 173 kursi bagi siswa afirmasi penyandang disabilitas.

Petugas UPT Disabilitas Bidang Pendidikan dan Resource Center, Mustajab, Kamis (24/6/2021) – Foto: Jatmika H Kusmargana

Sampai dengan Kamis (24/6/2021) hari ini, tercatat sudah ada sebanyak 88 siswa penyandang disabilitas yang mendaftar ke sejumlah sekolah.

Jumlah tersebut tercatat meningkat hampir 150 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya pada tahun 2020 lalu, jumlah siswa penyandang disabilitas yang tercatat masuk ke sekolah formal jenjang SMP hanya sebanyak 29 orang siswa saja. Padahal jumlah kuota yang disediakan tahun ini dan tahun lalu tidak jauh berbeda.

“Ini patut disyukuri. Pasalnya kesadaran masyarakat khususnya orang tua siswa penyandang disabilitas, untuk memasukkan anaknya ke sekolah formal semakin membaik. Tidak ada lagi orang tua yang khawatir atau malu anaknya dianggap ‘berbeda’ dari anak lain,” katanya, Kamis (24/6/2021).

Selain itu, Mustajab mengklaim peningkatan jumlah siswa penyandang disabilitas yang masuk ke sekolah formal ini juga tak lepas dari peran pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan kota Yogyakarta yang gencar melakukan sosialisasi.

Serta melakukan perbaikan di tingkat sekolah, sehingga membuat masyarakat semakin percaya untuk menyekolahkan anak berkebutuhan khusus ke sekolah formal.

“Dari sekitar 88 siswa ini, mayoritas merupakan siswa penyandang disabilitas ringan. Seperti slow learner atau border line. Sementara untuk siswa inklusi juga kebanyakan adalah penyandang tuna ringan. Seperti misalnya low vision,” ungkapnya.

Meski setiap sekolah negeri di Yogyakarta diwajibkan untuk menerima siswa berkebutuhan khusus, pihak UPT Disabilitas Bidang Pendidikan dan Recource Center Kota Yogyakarta sendiri mengaku tetap mengarahkan calon siswa untuk masuk ke sekolah tertentu. Salah satunya adalah faktor jarak/kedekatan lokasi sekolah dengan tempat tinggal siswa.

“Mereka tetap kita arahkan untuk masuk ke sekolah yang paling dekat dengan tempat tinggal siswa. Selain itu juga sekolah yang memiliki guru pendamping khusus siswa inklusi atau disabilitas. Dari 16 SMP Negeri di kota Yogyakarta saat ini setidaknya ada 10 sekolah yang telah memiliki guru pendamping khusus ini,” ungkapnya.

Selain itu, pihak pemerintah melalui UPT Disabilitas Bidang Pendidikan dan Recource Center Kota Yogyakarta juga mengaku terus melakukan upaya peningkatan kapasistas SDM setiap sekolah setiap tahunnya.

Salah satunya adalah dengan melakukan kegiatan bimtek maupun workshop bagi setiap guru di sekolah. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kemampuan sekolah dalam mendidik siswa berkebutuhan khusus.

“Walaupun memang selama pandemi ini belum bisa maksimal. Karena pelatihan-pelatihan seperti workshop ataupun bimtek hanya dilakukan secara online lewat aplikasi zoom dan sebagainya,” katanya.

Lihat juga...