PPDB SMPN 1 Maumere Masuki Tahap Seleksi Administrasi

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Memasuki tahun ajaran baru 2021/2022, SMPN 1 Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), membuka pendaftaran penerimaan murid baru secara online mengingat sedang dalam masa pandemi Covid-19.  Saat ini mulai memasuki seleksi administrasi dari 24 Juni sampai 26 Juni 2021.

“Kami membuka pendaftaran penerimaan peserta didik baru untuk tahun ajaran 2021/2022 secara online,” kata Kepala Sekolah SMPN1 Maumere,  Vitalis P. Sukalumba saat ditemui di sekolahnya, Kamis (24/6/2021).

Kepala Sekolah SMPN1 Maumere, Vitalis P. Sukalumba saat ditemui di sekolahnya, Kamis (24/6/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Vitalis menyebutkan, pendaftaran dilakukan sejak tanggal 17 Juni sampai 19 Juni 2021 dan seleksi administrasi dilaksanakan tanggal 24 Juni sampai 26 Juni 2021.

Selanjutnya, kata dia, pengumuman peserta didik yang lulus seleksi juga disampaikan secara online diikuti pendaftaran ulang yang berlangsung sejak tanggal 1 Juli hingga 3 Juli 2021.

“Pendaftaran ulang dilaksanakan di Sekretariat Penerimaan Peserta Didik Baru di SMPN 1 Maumere. Sesudahnya tanggal 7 Juli sampai 11 Juli 2021 dilaksanakan masa pengenalan sekolah,” ujarnya.

Vitalis menambahkan, kuota penerimaan murid baru yang diterapkan di sekolah negeri ini meliputi jalur zonasi sebesar 50 persen diikuti jalur prestasi 30 persen. Ia menambahkan, kuota untuk jalur afirmasi sebesar 15 persen serta jalur perpindahan orangtua atau wali murid hanya 5 persen saja.

“Tahun lalu jumlah pendaftar sebanyak 214 orang dan kami hanya menerima 224 peserta didik baru saja. Sisanya sebanyak 90 anak harus mendaftar di sekolah yang lain,” ungkapnya.

Vitalis mengakui pihaknya hanya memiliki 7 Rombongan Belajar (Rombel) atau kelas sehingga kapasitasnya terbatas.

Salah seorang wali murid, Sebastianus Nong Bura mengatakan, dirinya berharap anaknya bisa diterima bersekolah di sekolah negeri ini mengingat di tengah pandemi corona dirinya kesulitan membayar biaya sekolah.

Sebastianus mengaku kesulitan membayar biaya sekolah di sekolah swasta yang tergolong mahal untuk dirinya yang hanya berpenghasilan sebagai penjual ikan keliling.

“Saya berharap anak saya bisa diterima di sekolah tersebut mengingat pendapatan kami pas-pasan. Kemarin juga saya meminta bantuan anaknya saudara yang kuliah untuk melakukan pendaftaran secara online,” ucapnya.

Lihat juga...