Produksi Ikan Asin dan Teri Kering di Pulau Pasaran, Serap Tenaga Kerja

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Potensi penyerapan tenaga kerja di Pulau Pasaran, Bandar Lampung bertambah saat hasil tangkapan ikan meningkat. Rustanto, salah satu tenaga pengangkut ikan asin dan teri kering menyebut sejak awal Juni ia kembali bekerja. Sebelumnya dalam kondisi cuaca buruk, ia dan sejumlah warga tidak bisa mendapat pekerjaan.

Sejumlah peluang usaha saat musim tangkapan ikan melimpah sebut Rustanto beragam. Pekerjaan tersebut dilakukan oleh puluhan laki-laki dan puluhan wanita dengan tugas berbeda. Selain dirinya sebagai pengangkut ikan asin dan teri kering, sejumlah laki laki memiliki tugas merebus, menjemur. Sebagian wanita memiliki tugas melakukan penyortiran ikan asin dan teri kering untuk dikemas.

Rustanto bilang ia mendapat upah sekali angkut sebesar Rp5.000 untuk tugas mengangkut ikan asin dan teri kemasan. Ratusan kemasan kardus berisi sebanyak 10 kilogram ikan asin, teri kering diangkut ke dermaga. Sejumlah perahu untuk distribusi akan membawa ikan asin, teri kering ke pusat pendaratan ikan Gudang Lelang. Mata rantai usaha itu sebutnya menyerap tenaga kerja dari luar wilayah pulau.

“Sebagian besar tenaga kerja perebusan ikan, penjemuran, penyortiran hingga pendistribusian berasal dari wilayah Teluk Betung Timur hingga Pesawaran karena serapan tenaga kerja yang cukup banyak terutama ketika musim panen ikan melimpah,” terang Rustanto saat ditemui Cendana News di pulau Pasaran, Selasa (22/6/2021).

Rustanto bilang ia memiliki tugas mengangkut ikan asin, teri kering tidak hanya dari satu penguasa atau bos ikan. Rata rata dalam satu kali pengangkutan sebanyak 150 hingga 200 kemasan bisa diangkutnya. Saat kondisi cuaca panas terik dengan proses pengeringan lebih cepat, ia bisa mengangkut kemasan ikan asin, teri kering hingga 500 kemasan. Upah yang diperoleh sehari dari sejumlah bos ikan bisa mencapai Rp250.000.

Rustanto bilang, selain mengangkut ikan asin dan teri kering, ia menyebut mengangkut teri basah. Ikan asin dan teri basah diangkut setelah sejumlah perahu penangkap ikan menepi di dermaga pulau Pasaran. Ikan basah untuk bahan ikan asin dan teri selanjutnya dibawa ke lokasi perebusan. Tugas perebusan dan pengeringan akan dilakukan pekerja lain.

“Sejumlah pekerja lain akan melakukan tugas masing masing hingga ikan kering,” bebernya.

Marfuah dan sejumlah pekerja penyortiran ikan asin dan teri menuju Pulau Pasaran, Kelurahan Kota Karang, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, Selasa (22/6/2021). -Foto Henk Widi

Marfuah, salah satu pekerja wanita mengaku memilih bekerja sebagai juru sortir. Tugasnya melakukan pemilahan ikan asin sesuai jenisnya, ikan teri kering sesuai jenisnya. Sebab ia mengaku ikan asin dibedakan jenis parang, pepetek, selar dan ikan japu. Jenis ikan teri disortir jenis katak, tanjan dan teri medan. Proses penyortiran dilakukan oleh puluhan wanita untuk selanjutnya dikemas dalam sejumlah kardus.

“Tugas kami menyortir selanjutnya melakukan pengemasan untuk selanjutnya ditimbang masing masing sepuluh kilogram,” ulasnya.

Marfuah dan puluhan tenaga kerja penyortiran juga memiliki tugas mengangkat laha. Laha merupakan para para bambu yang digunakan untuk mengeringkan ikan asin dan teri. Laha bisa dilipat dengan proses menggulung sehingga ikan bisa diangkat. Kondisi cuaca panas sebutnya mempercepat pengeringan ikan maksimal selama dua hari. Ia dan pekerja lain mendapat upah Rp45.000 hingga Rp55.000 setiap hari.

Irwansah, salah satu pemilik usaha ikan asin dan teri rebus mengaku sektor pengeringan ikan menyerap banyak tenaga kerja. Ia terbantu oleh sejumlah pekerja dari proses perebusan hingga pengeringan, distribusi. Omzet para pemilik usaha pengeringan ikan asin dan teri kering bisa mencapai jutaan hingga belasan juta rupiah. Hasil tersebut dipergunakan untuk membayar tenaga kerja dan biaya operasional lainnya.

Pasokan ikan dan teri sebutnya diperoleh dari hasil penangkapan memakai bagan gerak, bagan apung. Selain hasil tangkapan bagan milik sendiri ia juga membeli ikan dari nelayan lain. Mata rantai usaha sebutnya berjalan lancar saat hasil tangkapan ikan diperoleh dari Teluk Lampung. Selain bisa mendapatkan hasil ia dan pemilik usaha bisa menyerap puluhan tenaga kerja.

Lihat juga...