PTM Tahap Awal, Pemkot Bandung Batasi 30 Persen Siswa

Editor: Makmun Hidayat

BANDUNG — Persiapan jelang pembukaan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang direncanakan dimulai pada Juli mendatang, terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengungkapkan, pihaknya akan memperkenankan 30 persen siswa saja yang bisa mengikuti PTM dalam satu kelas pada tahap awal.

“Saat ini simulasi PTM terus kita lakukan untuk melihat sekolah mana yang sudah betul-betul siap,” ujar Hikmat dalam keterangan tertulis yang diterima Cendana News, Kamis (3/6/2021) di Kota Bandung.

Hikmat menyebut Dinas Pendididkan Kota Bandung terus berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan sebagai tim teknis di lapangan untuk memeriksa kesiapan secara ketat. Sehingga bisa meminimalisir terjadinya potensi transmisi.

“Kesiapan sekolah tetap disurvei lagi. Mana yang sudah siap atau yang belum sesuai prokes yang ada. Disesuaikan secara bertahap. Sekolah yang belum lolos, kita minta supaya mempersiapkan diri,” tandasnya.

Namun di samping itu, Hikmat menegaskan, bahwa izin orangtua untuk pelaksanaan PTM merupakan hal yang paling penting. Apabila orang tua siswa keberatan, maka boleh tidak menyertakan anaknya dalam proses PTM terbatas.

“Sekali lagi izin orang tua penting sekali. Mereka (orangtua) harus menyertakan pernyataan tertulis. Kalau tidak mengizinkan, tidak apa-apa nanti tetap ikut PJJ,” tukas Hikmat.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Cucu Syaputra menambahkan, vaksinasi guru dan tenaga pendidikan di Kota Bandung terus diakselerasi. Ia menyebut, dari alokasi 36 ribu vaksin Covid-19, sudah 32 ribu guru yang menjalani vaksinasi Covid-19 dosis 1.

“Dosis 1 yang sudah masuk dari alokasi di angka 36 ribu, tapi yang sudah melaksanakan 32 ribu,” ucapnya.

Cucu menyatakan, bahwa banyak guru yang belum mengikuti vaksinasi karena alasan memiliki penyakit bawaan. Mereka gagal lolos pada tahap screening vaksinasi.

“Kenapa masih banyak yang belum, karena para guru saat screening tidak memenuhi syarat untuk divaksin, misalkan karena faktor penyakit bawaan, darah tinggi, gula dan kolesterol,” jelasnya.

Cucu menegaskan, guru yang belum divaksin tidak dapat mengikuti simulasi dan PTM jika nanti akan digelar kembali.

“Nanti yang belum divaksin tidak boleh melaksanakan tatap muka ketika simulasi dan PTM digelar,” pungkasnya.

Lihat juga...