Puluhan Kendaraan Wisatawan ke Cianjur Diputarbalik Tim Gabungan Penyekatan

Petugas gabungan di Cianjur, Jawa Barat, melakukan pemeriksaan ketat terhadap kendaraan yang melintas di perbatasan Cianjur, sebagai upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 - Foto Ant

CIANJUR – Polisi dan Satpol PP Cianjur, Jawa Barat, bersama petugas gabungan, memulangkan puluhan kendaraan bernopol luar kota dengan tujuan wisata ke Cianjur, Minggu (20/6/2021).

Mereka tidak dilengkapi dengan surat bebas COVID-19 antigen, sehingga tidak diperbolehkan masuk ke Cianjur dan terjaring dalam operasi penyekatan di perbatasan Cianjur. Kepala Satpol PP Cianjur, Hendri Prasetyadi mengatakan, seiring tingginya angka penularan COVID-19 di sejumlah wilayah terdekat dengan Cianjur, mendorong dilakukannya kembali operasi yustisi penyekatan di perbatasan Cianjur.

“Tercatat di sejumlah titik perbatasan, lebih dari 10 kendaraan roda empat dan puluhan kendaraan roda dua bernopol luar kota dipulangkan ke daerah asal, karena tidak mengantongi surat keterangan bebas COVID-19 antigen. Sebagian besar bertujuan ke tempat wisata,” katanya, Minggu (20/6/2021).

Petugas gabungan yang terdiri dari gugus tugas, TNI/Polri, Satpol PP, Dinkes, BPBD dan PMI Cianjur, juga melakukan operasi yustisi dan penyekatan di pintu masuk kota Cianjur, tepatnya di perempatan Tugu Lampu Gentur-By Pass, Cianjur, sebagai upaya menekan angka pendatang masuk ke Cianjur.

Kanit Lantas Polres Cianjur, Iptu Yudistira mengatakan, operasi tersebut sebagai upaya menekan jumlah kendaraan pendatang tanpa surat keterangan masuk Kota Cianjur. Serta sebagai upaya meningkatkan penerapan prokes, bagi pengendara yang melintas di jalur protokol di Cianjur. “Semua kendaraan bernopol luar kota, tidak luput dari pemeriksaan yang digelar di perempatan Lampu Gentur, pengendara luar kota yang yang tidak melengkapi diri dengan surat keterangan bebas COVID-19 antigen terpaksa di putar balik,” katanya.

Sedangkan, untuk pengendara lokal yang kedapatan tanpa menerapkan prokes, dikenakan sanksi denda dan disarankan untuk memeriksakan diri ke pusat layanan terdekat di lingkungan tempat tinggalnya. Selama operasi digelar, tingkat pelanggaran tidak menggunakan masker masih mendominasi. “Sebagian besar mereka yang terjaring pengendara roda dua yang lupa membawa masker, selain mendapatkan sanksi denda, mereka juga dikenakan sanksi sosial dan fisik seperti push up,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...