Puluhan Santri Kalong di Serang Doakan HM Soeharto

Editor: Koko Triarko

SERANG – Puluhan santri kalong di Serang, Banten, menggelar doa tahlil dan yasin memperingati 100 Tahun Pak Harto. Doa bersama digelar tepat pada Selasa (8/6) pukul 00.00 WIB, sebagai penghargaan atas jasa-jasa Presdien ke-2 RI, tersebut.  

“Pak Harto adalah anugerah dari Allah SWT yang pernah ada bagi sejarah Indonesia, hingga akhir hayatnya 27 Januari 2008 di Jakarta. Puluhan tahun berkuasa, tentu banyak yang telah dipersembahkan bagi bangsa,” ucap H. Onny, kiai yang juga dikenal sebagai ‘Soehartois’ di Kota Serang, Provinsi Banten, sekaligus inisiator doa dan yasin 100 Tahun Pak Harto, di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Legok Widara Indah, Selasa siang.

Bagi H. Ony, Soeharto adalah sosok pemimpin yang telah banyak memberi kemajuan bagi bangsa Indonesia. Banyak keteladanan dalam kepemimpinan yang seharusnya bisa dilanjutkan untuk dijadikan pegangan, terlepas dari semua fenomena dalam perjalanannya sebagai seorang manusia biasa.

H Onny Sanwani, mantan kepala desa 25 tahun yang terus menggiatkan doa untuk presiden ke-2 RI H.M Soeharto, dalam setiap momen tertentu, Selasa (8/6/2021). –Foto: M Amin

“Acara sederhana pengajian yasin dan dala’il (doa tahlil, munajat), bentuk ungkapan rasa syukur atas anugerah Allah SWT, mentakdirkan lahirnya Pak Harto ke dunia yang nyaris selama hayatnya diabadikan untuk kemajuan bangsa Indonesia. Semoga Pak Harto ditempatkan di Surga Jannatul Firdausy, Amiin,” ungkap H. Onny.

Bagi H. Ony, apa yang dilaksanakan mengenang 100 tahun HM Soerharto, tidak ada yang istimewa. Hal tersebut adalah wujud kesetiaannya kepada almarhum semasa hidupnya. Ia pun kembali membuka sejarah, pernah menjadi bawahan Soeharto selama 25 tahun menjadi kepala desa di wilayah kelahirannya.

“Doa bersama bertepatan 1 Abad Soeharto, inisiatif spontanitas. Puluhan santri kalong dikumpulkan untuk doa bersama. Saat ini kan santri di pondok sedang libur, maka menarik santri kalong, selesainya setelah salat subuh,” ujarnya.

Doa bersama dilaksanakan secara swadaya, ada beberapa donatur yang menyumbang seperti untuk konsumsi selama pelaksanaan doa dan Yasinan. Mendoakan HM Soeharto akan terus berlanjut di tempat kelahiran H Ony di Legok Dalam, Taktakan, Kota Serang, Banten, atau ditempat yayasan miliknya.

“Saat ini masih menunggu logistik dari donatur di Kampung Taktakan Legok Dalam, saya memiliki yayasan masih menunggu logistik. Rezeki mah ada saja, dulu saja waktu haul Soeharto, saya menggelar doa bersama untuk almarhum secara mandiri,” tukasnya.

Keramahan dan senyum Presiden ke-2 RI tersebut, selalu dikenang oleh H. Ony, yang selama 25 tahun mengaku sebagai bawahan Presiden Soeharto, meskipun ia hanya sebagai kepala desa. Selama itu pula, baru sekali dirinya bertemu Pak Harto di Cendana.

“Saya pernah menjadi bawahannya saat jadi kepala desa 25 tahun, pernah diundang ke Cendana. Saya sampai sekarang tidak kenal dengan satu pun keluarga Cendana. Ini hanya bentuk kecintaan dan keteladanan kepada beliau yang dilaksanakan secara ikhlas bentuk syukur kepada Allah, dengan harapan Bapak Soeharto, diterima Allah SWT,” pungkasnya.

Lihat juga...