Ratusan Warga Desa Sodogede Kabupaten Magelang Terpapar COVID-19, Dua Dusun Dilockdown

Petugas keamanan dan relawan memeriksa salah satu akses masuk dusun di Desa Sidogede, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang yang menjalani penguncian wilayah secara mikro akibat merebak penularan COVID-19 di desa tersebut - Foto Ant

MAGELANG – Sebanyak 103 warga Desa Sidogede, Grabag, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, terpapar COVID-19. Tiga di antaranya meninggal dunia. Karena temuan tersebut, dua dusun mendapatkan penguncian wilayah atau mikro lockdown.

Camat Grabag, Sri Utari menyebut, dari temuan kasus di Desa Sidogede tersebut, 28 kasus berada di Dusun Kalangan, 73 kasus di Dusun Pagonan, dan dua kasus di Dusun Kaligintung. Awal kasus COVID-19 di Desa Sidogede, diduga setelah ada warga yang meninggal dunia dan terjadi kerumunan warga. “Selang beberapa hari, kami mendapatkan laporan bahwa banyak masyarakat yang sakit, akhirnya kami mengambil langkah bersama satuan tugas untuk melakukan tes usap PCR di Desa Sidogede ini,” katanya< Sabtu (19/6/2021).

Dari tes usap pertama, yang diikuti 120 orang, hasil positif COVID-19 ditemukan di 97 orang. Hingga saat ini, di Desa Sidogede terdapat 103 kasus COVID-19. “Dari sejumlah kasus tersebut, tiga orang di antaranya meninggal dunia dan saat ini ada lima orang yang menjalani perawatan di rumah sakit dan sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing,” rincinya.

Tercatat, sejumlah pamong Desa Sidogede, termasuk kepala desa, juga terpapar COVID-19. Hanya dua pamong desa yang tidak terpapar COVID-19. “Oleh karena itu, pelayanan tatap muka di Kantor Desa Sidogede untuk sementara ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan,” katanya.

Ia menuturkan, antisipasi pandemi di Desa Sidogede dilakukan dengan membuka posko untuk membantu masyarakat yang positif COVID-19 dengan menyuplai bahan pangan. Bantuan sembako bagi warga yang terpapar COVID-19, menggunakan Dana Desa, bantuan masyarakat, dan dari BPBD. “Kami terus memberikan sosialisasi setiap dua jam sekali, yang dilakukan para relawan untuk berkeliling mengingatkan apa yang perlu dilakukan warga, yang menjalani isolasi mandiri,” jelasnya.

Utari menuturkan, dengan merebaknya kasus COVID-19 di Desa Sidogede maka diterapkan penutupan lokal di dua dusun, yakni Pagonan dan Kalangan. “Dua dusun itu kami menerapkan mikro lokcdown (penguncian wilayah secara mikro) dengan hanya menggunakan akses satu pintu, sehingga kami bisa mengontrol setiap masyarakat yang keluar masuk dua dusun tersebut,” pungkasnya.

Lihat juga...