Rehabilitasi Bendungan dan Kali Konga Diharap Bisa Atasi Abrasi

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA – Kepala Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) berharap rehabilitasi bendungan dan Kali Konga bisa mengatasi abrasi yang melanda wilayah tersebut.

“Kita harapkan pengerjaan rehab bendungan dan pemasangan bronjong bisa mencegah abrasi di Kali Konga yang mengancam lahan pertanian warga,” sebut Kepala Desa Konga, Aloysius Kung saat dihubungi, Rabu (9/6/2021).

Aloysius menyebutkan, proyek rehabilitasi bendungan dan Kali Konga ini dikerjakan oleh kontraktor dari Kabupaten Ende dengan pengawasan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II di Kupang.

Dia mengharapkan lahan pertanian warga yang selama ini tergerus abrasi akibat penambangan Galian C di kali tersebut bisa teratasi dengan pembangunan bronjong di kedua sisi kali.

Kepala Desa Konga, Aloysius Kung saat ditemui di desanya, Selasa (18/5/2021). -Foto: Ebed de Rosary

“Kita harapkan agar adanya proyek rehabilitasi sungai ini bisa membuat tidak adanya abrasi lagi. Selain itu, warga juga tidak mengalami kekurangan air akibat rusaknya bendungan seperti dahulu lagi,” ucapnya.

Aloysius juga menegaskan, warga menolak aktivitas perusahaan tambang Galian C , PT. Talenta Jaya Retalindo dihentikan karena selain mengakibatkan terjadinya abrasi, juga mencemari lingkungan.

Menurutnya, Pemerintah Desa Konga juga menolak aktivitas perusahaan ini dilanjutkan kembali karena ditakutkan akan merusak fungsi bendungan dan bronjong yang telah dibangun di kedua sisinya.

“Kalau sudah dilakukan rehabilitasi bendungan dan kali maka aktivitas perusahaan harus dihentikan karena akan menimbulkan kembali abrasi. Warga takutkan akan terjadi banjir dan lahan sawah mereka pun ikut tergerus kembali,” ucapnya.

Sementara itu, warga Desa Konga, Antonius Blantaran de Rozari mengatakan, aktivitas tambang Galian C di Kali Konga mengakibatkan tidak ada bebatuan besar di bantaran kali yang airnya dimanfaatkan warga untuk mengairi areal persawahan.

Toni sapaannya menyebutkan, perusahaan melakukan penggalian dan mengambil bebatuan besar di kali tersebut hingga mencapai lapisan tanah sehingga saat hujan ditakutkan terjadinya banjir.

“Warga takut kalau terjadi hujan besar akan mengakibatkan terjadinya banjir bahkan air meluap hingga menggenangi areal persawahan milik warga.Makanya kita menuntut agar aktivitas tambang Galian C di Kali Konga dihentikan,” terangnya.

Toni berharap pemerintah segera menghentikan dan mencabut izin penambangan Galian C sehingga warga tidak khawatir areal persawahannya terkena abrasi dan tergenang banjir saat hujan lebat.

Lihat juga...