Respon Perkembangan Teknologi, ITN Malang Buka Prodi Bisnis Digital

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MALANG — Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat di era industri 4.0, peluang usaha e-commerce juga semakin terbuka lebar. Terlebih saat ini segala aktivitas jual beli bisa dilakukan melalui media elektronik.

Merespon adanya peluang dan tantangan tersebut, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mulai memperkenalkan Program Studi (Prodi) Bisnis Digital kepada masyarakat.

Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE mengatakan, dengan semakin pesatnya perkembangan tekonologi, banyak kemudahan-kemudahan yang bisa dirasakan masyarakat dalam beraktivitas, termasuk dalam jual beli.

“Saat ini kita mengenal perdagangan e-commerce atau penjualan online yang semakin memudahkan masyarakat dalam mendapatkan barang yang mereka inginkan. Entah itu berupa makanan, barang atau jasa. Bahkan ada yang mengatakan bahwa kalau kita sudah mempunyai smart phone, semuanya ada ditangan kita,” ucapnya, di gedung rektorat, Kamis (17/6/2021).

Namun demikian, menurutnya, teknologi-teknologi yang ada sekarang ini semua didasarkan pada ilmu yang diperoleh dari jenjang pendidikan. Karenanya ITN Malang mengusulkan untuk membuka prodi bisnis digital yang kemudian disetujui melalui surat keputusan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

“Sekarang ITN Malang sudah pegang SK-nya sehingga prodi bisnis digital ini sudah siap menerima calon mahasiswa baru pada semester ganjil 2021-2022 yang akan datang,” terangnya.

Menurut Prof Lomi, prodi bisnis digital merupakan prodi yang akan memberikan kesempatan kepada siswa yang baru lulus SMA untuk belajar bagaimana berbisnis di bidang yang menggunakan platform digital dengan memanfaatkan jaringan internet yang ada. Prodi bisnis digital memang sengaja di desain agar bisa menerima siswa lulusan SMA, baik dari yang jurusan IPA mau IPS.

“Dari segi SDM kita sudah siap, kita mempunyai tenaga-tenaga pendidik yang mumpuni. Di samping itu kita juga sudah membangun kerjasama dengan organisasi yang bergerak di bidang digital online untuk nantinya menjadi praktisi yang juga akan mengajar di prodi bisnis digital,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Program Studi Bisnis Digital S-1, Dr.lr. Julianus Hutabarat, MSIE, mengatakan bahwa ITN Malang patut bersyukur karena telah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah berupa SK ijin pendirian prodi bisnis digital tepatnya pada 22 April 2021.

Menurutnya, ada beberapa alasan mengapa ITN membuka prodi bisnis digital. Karena kalau dilihat di search google, maka 10 jenis pekerjaan yang paling dibutuhkan saat ini diantaranya adalah bisnis digital.

“Jadi tidak berlebihan jika ITN Malang mengambil peluang itu dengan membuka prodi bisnis digital. Apalagi prodi ini di Indonesia sampai saat ini masih ada sekitar lima perguruan tinggi saja di Indonesia yang memakai nomenklatur bisnis digital. Sehingga bisa dibilang ITN Malang baru satu-satunya di Jawa Timur yang menggunakan prodi dengan nomenklatur bisnis digital,” sebutnya.

Disebutkan, prodi bisnis digital ini dibangun paling tidak ada lima output atau keluaran yang akan diberikan kepada mahasiswa, yaitu mereka akan menjadi seorang konten kreator, disainer website, kemudian ada analis big data, finance analis dan marketing analis, dan start up bisnis digital.

“Jadi nanti mahasiswa yang masuk ke ITN Malang, akan bisa mewujudkan kemampuannya pada output tersebut,” pungkasnya.

Lihat juga...