Restorasi Ekosistem Bumi, Jakarta Targetkan Pengurangan Sampah 24 Persen

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Pemerintah DKI Jakarta menargetkan pengurangan volume sampah di tahun 2021 ini sebesar 24 persen. Target ini dalam upaya untuk merestorasi ekosistem bumi menjadi bersih dan sehat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Syaripudin, mengatakan, pihaknya berupaya mengelola sampah untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.

Salah satu upayanya adalah mengurangi sampah menjadi ekonomi sirkular dengan mendaur ulang plastik pascakonsumsi. Ini dilakukan melalui bank sampah yang tersebar di Jakarta.

“Kita punya target pengurangan sampah sesuai kebijakan strategis nasional 30 persen di tahun 2025. Tahun 2020 sebesar 20 persen, dan sudah tercapai, sedangkan target tahun ini sebesar 24 persen, itu harus tercapai,” ujar Syaripudin kepada Cendana News saat ditemui di kantornya, Rabu (30/6/2021).

Untuk mencapai target itu, pihaknya akan terus mengedukasi masyarakat memberikan pemahaman bahwa sampah adalah tanggungjawab bersama.

“Jangan memproduksi sampai semaunya, dan harus mulai mengurangi dari pribadi kita sendiri, mulai dalam keluarga dan lingkungan tempat tinggal,” imbuhnya.

Karena menurutnya, kalau bicara lingkungan hidup itu ada dua aspek yakni mengelola dan melindungi lingkungan hidup, serta mengelola sampah, dalam hal ini untuk ekosistem secara keseluruhan.

Sehingga kata dia, target yang pertama adalah pengurangan, lalu penanganan dan pemilahan. Selanjutan pengolahan sampai residu, hasil pengolahan yang memberi manfaat nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Saat ini, jumlah sampah yang dikurangi mencapai 21 ton per hari. Di mana 30 persen di antaranya adalah sampah jenis plastik,” tukasnya.

Dikatakan dia, sampah di Jakarta fluktuatif, tercatat pada 2017 sebanyak 7700 ton per hari, tahun 2020 yakni 7452 ton per hari. Hingga Mei 2021 lalu itu sampah fluktuatif 7600 ton per hari yang masuk ke Bantar Gebang, Bekasi.

Untuk mengurangi volume sampah, pihaknya menggencarkan program Jakarta Sadar Sampah. Program ini menurutnya, sebuah komitmen bahwa kita semua punya kewajiban yang sama untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat.

“Yakni bagaimana kita dengan bijak bisa mengelola sampah. Sehingga kita punya tanggung jawab, tidak cuma pemerintah dan pelaku usaha, tapi masyarakat juga harus punya kesadaran yang tinggi dalam mengelola sampah,” ungkap Syaripudin.

Upaya yang harus dilakukan dengan mengurangi timbunan sampah mulai dari rumah, restoran, hotel, perkantoran dan area publik lainnya. Karena sepanjang populasi dan aktivitas bertambah, otomatis sampah juga bertambah.

“Penanganan dan pengurangan sampah dari sumber atau diri kita sendiri merupakan salah satu upaya untuk merestorasi ekosistem bumi,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya sedang menyusun rancangan peraturan mengenai bank sampah yang meliputi inovasi terkait operasional bank sampah.

Juga kelembagaan bank sampah induk yang nantinya bisa dikelola masyarakat, dunia usaha atau pihak lain dalam bentuk koperasi hingga yayasan.

Menurutnya, dalam kebijakan tersebut akan dikembangkan sistem informasi bank sampah yang terintegrasi.

Bahkan sistem pembayaran bank sampah kepada nasabah juga akan diatur. Menurutnya, tidak hanya pembayaran uang tunai, namun juga melalui dompet elektronik dan bank serta sistem lain yang berkembang di tengah masyarakat.

Selain itu, tambah dia, pihaknya juga membangun platform kolaborasi berskala besar di bidang sampah untuk mempertemukan pemberi dana atau donatur yang ingin memberikan bantuan kepada warga melalui sarana dan prasarana.

“Ada juga pelatihan dan pembangunan rumah maggot serta larva lalat untuk pakan ikan dan burung,” pungkasnya.

Lihat juga...